OJK Yakin Pemilu 2024 Tidak Akan Perburuk Angka Kredit Macet Multifinance
JAKARTA, investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) optimistis Pemilu 2024 tidak akan memperburuk tingkat non-performing financing (NPF) atau angka kredit macet industri multifinance.
Hal tersebut disampaikan langsung oleh Deputi Komisioner OJK, Bambang W Budiawan kepada investortrust.id di sela-sela acara "Pertemuan Anggota dan Apresiasi Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI)" di The Raffles Hotel, Jakarta, Selasa (28/11/2023).
"Kalau menurut kami sih enggak, tetapi kami optimis ya, kegiatan itu tetap jalan seperti biasa dan yang pertama sudah sering melakukan kegiatan pesta demokrasi dan kita beruntung pemilu ini kan di awal tahun," ujarnya.
Baca Juga
OJK: Naik ke 10,90%, Tingkat Literasi Industri P2P Lending Masih Relatif Rendah
Lebih lanjut, Bambang mengungkapkan, biasanya pada awal tahun kinerja perusahaan multifinance bukan dianggap lesu karena pemilu.
"Jangan dianggap bisnis itu lesu karena pemilu, tetapi memang mereka lagi mesinnya dinyalain pelan-pelan begitu," jelasnya.
Dengan demikian, Bambang membeberkan, biasanya perusahaan multifinance akan tancap gas pada pertengahan tahun.
"Nanti ngebutnya biasanya itu di pertengahan tahun atau biasanya pas mau lebaran, kemudian triwulan satu akhir," tambahnya.
Selain itu, Bambang mengatakan, tidak melihat sentimen negatif dari adanya pesta demokrasi kepada perusahaan pembiayaan.
Di lain sisi, Bambang menyampaikan jika ada perusahaan yang non-performing financing (NPF) bermasalah, tentunya OJK biasanya akan mengenakan sanksi surat peringatan satu dan dua, sampai dengan pada tahap cabut izin usaha.
Baca Juga
OJK Sebut 6 Perusahaan Multifinance Masih Bermasalah di Permodalan
Sebagai informasi, OJK mencatat profil risiko perusahaan pembiayaan terjaga dengan rasio NPF gross 2,59% di September 2023. Angka tersebut menurun dari bulan sebelumnya yang mencapai 2,66%.
Lalu, NPF net sebesar 0,68% di September 2023, di mana sedikit menurun jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya sejumlah 0,76%. (CR-2)

