Menko Polkam: Kerja sama Indonesia-China Tak Akan Berdampak pada Kedaulatan di Laut Natuna Utara
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan Budi Gunawan menjelaskan kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan China tidak akan berdampak pada kedaulatan dan yurisdiksi Indonesia di Laut Natuna Utara. Budi, sapaannya, menyebut kerja sama ini dilandasi dengan ketentuan undang-undang dan peraturan negara masing-masing.
“Prinsip yang ditekankan dalam kerja sama ini adalah saling menghormati kemudian kesetaraan saling menguntungkan,” kata Budi, saat ditemui di kantor pusat Bea Cukai, Jakarta, Kamis (14/11/2024).
Budi menjelaskan kesepakatan kerja sama ini menjadi terobosan baru yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto untuk menciptakan kestabilan di kawasan. Salah satu terobosan untuk mengatasi ketegangan di kawasan ini yaitu membentuk joint operation.
“Jadi tidak saling curiga tetapi kerja sama dalam rangka mengikat semua pihak dan titik tekannya kemarin lebih banyak di bidang ekonomi, terutama perikanan dan konservasi perikanan,” ucap dia.
Baca Juga
Hasil Lawatan Prabowo ke China dan AS: Makan Bergizi Gratis Didukung 2 Negara Adidaya
Dalam survei terbarunya, Center for Economic and Law Studies (CELIOS) China-Indonesia Desk menunjukkan sebanyak 58% responden menyarankan agar pemerintah Indonesia meningkatkan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Direktur China-Indonesia Desk CELIOS Zulfikar Rakhmat menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang perlu dilakukan untuk memperkuat kerja sama kedua negara, khususnya di sektor ekonomi.
“Semangat Indonesia untuk memperkuat peran di kancah global patut diapresiasi, namun penting untuk terus berhati-hati dalam mengelola kerja sama dengan mitra internasional, terutama terkait masalah ketergantungan yang berlebihan dan potensi pengaruh politik yang besar,” kata Zulfikar.
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira mengatakan pentingnya bagi Indonesia untuk meningkatkan kompetisi geopolitik. Survei terhadap 1.414 responden, menunjukkan 78% di antara orang Indonesia mendukung sikap netral dalam persaingan AS-China.
“Ini mencerminkan keinginan yang kuat untuk mempertahankan otonomi nasional dalam kebijakan luar negeri. Selain itu, seiring berkembangnya pengaruh China, terutama di sektor investasi dan perdagangan, 51% responden mengungkapkan kekhawatiran mereka mengenai pengaruh ekonomi China di Indonesia,” ujar Bhima.

