Pemerintah Akan Satukan Data untuk Perjelas Kategori Masyarakat Miskin
JAKARTA, investortrust.id – Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar mengungkapkan, pemerintah akan menyatukan data kependudukan untuk memperjelas kategorisasi masyarakat miskin. Dengan demikian, subsidi yang diberikan kepada masyarakat miskin benar-benar tepat sasaran.
“Agar yang disebut miskin itu jelas. Siapa yang paling berhak mendapatkan subsidi,” kata Muhaimin di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/10/2024).
Baca Juga
Profil dan Langkah Politik Muhaimin Iskandar, Menko Pemberdayaan Masyarakat Kabinet Merah Putih
Selain menyatukan data, Muhaimin mengusulkan agar subsidi yang dikucurkan pemerintah dapat diberikan langsung ke sasaran penerima, baik orang maupun keluarga. “Bentuk penyaluran tersebut dapat berupa program keluarga harapan (PKH) dan subsidi pangan,” ujar dia.
Sementara itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto menjelaskan, kementeriannya akan membuat pemetaan di tingkat desa untuk penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) dari dana desa.
“Karena dana desa itu kan terbatas, tapi memang ada, digunakan untuk mengatasi kemiskinan ekstrem dari desa. Itu yang belum dapat dari Kementerian Sosial, mungkin masih ada yang tercecer,” tutur dia.
Baca Juga
Prabowo: Jangan Bangga Jadi Anggota G-20, kalau Masih Banyak Rakyat Miskin
Yandri memperkirakan terdapat 2,5 juta orang yang membutuhkan bantuan. Jika ditotal, dana untuk bantuan warga miskin sekitar Rp 9 triliun.
Meski demikian, Yandri belum berencana mengajukan penambahan alokasi anggaran. “Belum tahu, terima arahan dulu bagaimana kebijakan Presiden Pak Prabowo,” tegas dia.
