Sekjen DPR Bungkam Seusai Diperiksa KPK
JAKARTA, investortrust.id - Sekjen DPR, Indra Iskandar bungkam seusai diperiksa tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (14/3/2024). Indra diperiksa sebagai saksi kasus dugaan korupsi pengadaan perlengkapan rumah jabatan anggota DPR.
Seusai diperiksa KPK, Indra enggan menjawab saat ditanya mengenai materi yang ditanyakan tim penyidik. Alih-alih menjawab pertanyaan awak media, Indra Iskandar justru membuat mimik wajah nyeleneh. Indra kemudian masuk ke mobil yang telah menunggunya dan meninggalkan Gedung Merah Putih KPK.
Baca Juga
KPK Periksa Sekjen DPR Terkait Korupsi Rumah Jabatan Wakil Rakyat
Sebelumnya, KPK mengungkapkan dugaan korupsi yang sedang diusut terkait pengadaan kelengkapan rumah jabatan anggota DPR di Kalibata, dan Ulujami, Jakarta Selatan.
“Betul, jadi, ada dua (lokasinya) untuk pengadaan peralatan-peralatan rumah jabatan anggota DPR RI baik yang di Kalibata, maupun Ulujami,” kata Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri, Kamis (14/3/2024).
Ali belum bisa memerinci total rumah jabatan yang pengadaan perlengkapannya diduga dikorupsi. Namun, dari anggaran sekitar Rp 120 miliar, kerugian keuangan negara akibat korupsi tersebut mencapai puluhan miliar rupiah.
"Kurang lebih Rp 120 miliar ya, kurang lebih nilai proyeknya. Tapi kerugian keuangan negaranya ada puluhan miliar sementara ini," katanya.
Diberitakan, KPK meningkatkan penanganan perkara dugaan korupsi proyek di lingkungan Setjen DPR ke tahap penyidikan. Dugaan korupsi itu terkait proyek furnitur atau mebelair di rumah jabatan anggota DPR.
Baca Juga
Dalam proses penanganan perkara di KPK, peningkatan penanganan perkara ke tahap penyidikan diiringi dengan penetapan tersangka. Berdasarkan informasi, terdapat lebih dari dua orang yang dijerat KPK sebagai tersangka dalam kasus ini.
Dalam mengusut kasus ini, KPK juga telah meminta Ditjen Imigrasi mencegah tujuh orang bepergian ke luar negeri. Ketujuh orang yang dicegah KPK bepergian ke luar negeri itu, yakni Sekjen DPR Indra Iskandar, Kepala Bagian Pengelolaan Rumjab DPR Hiphi Hidupati, dan Dirut PT Daya Indah Dinamika, Tanti Nugroho. Selain itu, terdapat nama Direktur PT Dwitunggal Bangun Persada, Juanda Hasurungan Sidabutar, Direktur Operasional PT Avantgarde Production, Kibun Roni, Project Manager PT Integra Indocabinet, Andrias Catur Prasetya, dan Edwin Budiman.

