Pemaparan Visi Misi Paslon Terbata-bata, Penonton Bersorak
JAKARTA, investortrust.id – Pasangan calon (Paslon) nomor urut 2, yakni Dharma Pongrekun dan Kun Wardana memaparkan visi dan misinya jika terpilih sebagai pemimpin pusat ekonomi Indonesia.
Namun saat mengucapkan visi dan misi, Dharma sempat terbata-bata dan mendapat sorakan penonton. Semula, kala memaparkan visi dan misinya, Dharma tidak terlihat membaca, melainkan bagai mengucapkan hafalan karena urutan kata-katanya mayoritas mirip dengan yang tertulis di layar presentasi.
“Visi kami menjadikan Jakarta sebagai pusat perekonomian nasional dan global yang aman dengan mewujudkan, melalui reformasi jati diri untuk terwujudnya rakyat yang beradab, harmoni, mandiri, makmur dan bahagia,” ujar Dharma di JI-Expo Kemayoran, Minggu (6/10/2024).
Baca Juga
Debat Perdana Pilkada Jakarta, Dharma Sebut Tanpa Adab, Tak Ada Keadilan
Selanjutnya misi paslon nomor urut 2 itu, antara lain mewujudkan transformasi Jakarta sebagai pusat keunggulan pada tatanan nasional, regional dan global yang aman dan beradab untuk melindungi keselamatan jiwa masyarakat.
Sebagai misi yang kedua, Dharma-Kun menargetkan perwujudan reformasi regulasi dan tata kelola Jakarta, yang mengutamakan pemeliharaan kesehatan masyarakat melalui pengobatan preventif yang aman dan beradab.
“Kemudian mewujudkan inovasi perbaikan desain tata ruang Jakarta sebagai kota global untuk mengatasi kemacetan melalui pengarusutamaan penelitian dan pemberdayaan, pengembangan,” sambung Dharma.
Di dalam presentasi misi Paslon nomor 2 tersebut, tertulis misi ketiga diakhiri dengan kata pengembangan. Namun Dharma menyebut pemberdayaan, baru kemudian mengubahnya menjadi pengembangan. Hal ini memperlihatkan kemungkinan Dharma menghafal visi nya, sehingga semua yang diucapkan harus sama dengan tulisan di presentasi mereka.
Pemaparan Dharma kemudian tersendat lagi saat mengucapkan misi keempat. “Mewujudkan akselerasi Jakarta sebagai pusat.. sebagai pusat.. sebentar,” ujar Dharma.
Baca Juga
Pembawa acara pun langsung menimpali untuk menenangkan situasi arena debat yang diwarnai sorak penonton. “Mohon tenang,” ujar seorang pembawa acara
Kelanjutan dari misi keempat tersebut berbunyi, perekonomian nasional yang terintegrasi secara nasional, regional dan global dalam simpul pariwisata, ekonomi kreatif, dan budaya melalui penguatan UMKM serta pemberdayaan masyarakat.
Selanjutnya misi kelima dari Paslon jalur independen ini dibacakan Kun Wardana.
“Kelima akselerasi ketahanan dan keberlanjutan lingkungan Jakarta sebagai pusat transit regional dan global yang tangguh untuk menanggulangi banjir dengan manajemen air hujan dan sungai yang mengoptimalkan waduk, kanal, pompa serta taman dan hutan kota,” ujar Kun. (CR-10)
