Menkominfo: Pers sebagai Penjaga Pilar Demokrasi Perlu Terus Kita Dukung
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi menyatakan, akan terus mendukung pers yang memiliki peran penting sebagai penjaga pilar demokrasi di Indonesia. Apalagi, belakangan pers menghadapi lebih banyak tantangan di tengah disrupsi teknologi dan digitalisasi.
Budi Arie menyebut, dunia pers terus berevolusi, utamanya saat ini yang merupakan era Artificial Intellegent (AI). Dalam merespons perkembangan tersebut, ia mengatakan bahwa survei global di dunia pers menunjukkan tiga tren utama.
“Pertama hanya setengah pekerja pers yang optimistis dengan perkembangan jurnalisme. Karena potensi penurunan pendapatan dari periklanan dan subscription yang terus menghadapi tantangan,” kata Budi Arie Setiadi dalam acara Hari Pers Nasional 2024, Senin (19/2/2024).
Baca Juga
KPU dan Kemenkominfo Imbau Jaga Kedamaian di Masa Tenang Pemilu 2024
Kemudian yang kedua adalah 80% dari publisher dikatakan akan terus berinvestasi untuk mengembangkan sistem langganan. Adapun yang ketiga adalah peran AI akan terus berkembang di sektor jurnalisme.
Budi Arie menilai perkembangan pers di era digital yang semakin maju ini menghadirkan peluang dan tantangan. Di satu sisi pers mampu memanfaatkan fungsi AI untuk memaksimalkan kerja jurnalisme.
“Sementara di sisi lain sebagai konsekuensi dari perkembangan teknologi, sebagian besar kantor berita mengalami tantangan dalam mengadopsi teknologi AI, seperti tantangan teknis dan etik. Pers juga dihadapkan dengan kondisi di mana persentase kepercayaan terhadap berita yang semakin menurun, karena munculnya beragam sumber informasi alternatif,” jelas dia.
Baca Juga
Maka dari itu, guna menyikapi disrupsi yang ada, Budi Arie Setiadi mengajak seluruh insan pers untuk tidak gentar. Menurutnya, pers justru harus menangkap peluang yang dihadirkan oleh teknologi digital.
Data dari World Association of News Publisher menunjukkan bahwa pada tahun 2023 pendapatan global industri pers mencapai US$ 130 miliar. Itu merupakan angka hasil dari kombinasi kegiatan pemberitaan yang ada dalam teknologi digital, yang salah satunya adalah sirkulasi surat kabar digital.
“Hal ini saya harapkan dapat membangkitkan kembali napas optimisme bagi rekan-rekan semua, apalagi tersedia banyak langkah bagi perusahaan-perusahaan pers menghadapi disrupsi teknologi, seperti satu berinovasi dalam proses bisnis agar tetap dapat bersaing, menggunakan cara baru untuk meningkatkan pelanggan platform dan menarik lebih banyak pelanggan dengan akses premium,” sebut Budi Arie Setiadi.

