Sahroni Nasdem Sebut Ada Dewa yang Atur Pilkada Jakarta 2024
JAKARTA, investortrust.id - Bendahara Umum Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Ahmad Sahroni blak-blakan mengungkap alasan di balik alotnya proses penjajakan pasangan bakal calon gubernur (cagub) dan calon wakil gubernur (cawagub) di Pilkada Jakarta 2024. Menurutnya proses penjajakan paslon di Pilkada Jakarta 2024 cenderung masih dinamis.
Sahroni menyebut segala kemungkinan masih bisa terjadi ke depan, meski Nasdem telah mengusung nama Anies Baswedan sebagai bakal cagub. Bahkan, Wakil Ketua Komisi III DPR itu terang-terangan menyebut dinamisnya peta politik di Jakarta ditentukan oleh para dewa.
Baca Juga
Survei Indikator soal Pilkada Jakarta: Anies 39,7%, Ahok 23,8%, dan RK 13,1%
"Gue enggak bisa simpulkan, tetapi para dewa-dewa itulah yang akan ambil keputusan (soal Pilkada Jakarta)," ungkap Sahroni saat ditemui di Nasdem Tower, Jakarta, Kamis (25/7/2024).
Dewa-dewa yang dimaksud Sahroni itu adalah sejumlah elite politik. Namun, Sahroni enggan berkomentar lebih jauh ketika ditanya spesifik sosok dewa yang dimaksud.
"Dewa-dewa lah, lu orang tahu lah, pokoknya gue sebutin, dewa-dewa ini akan berfungsi untuk tentukan siapa yang akan dimajukan di Pilkada Jakarta," beber Sahroni.
Sahroni juga menjelaskan alasan Nasdem tidak merekomendasikan kadernya sebagai bakal cawagub Anies Baswedan dalam jumpa pers Senin (22/7) lalu. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan arahan langsung Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh.
"Kita tidak tahu proses dinamika politik yang akan berjalan selanjutnya, tetapi disampaikan kemarin oleh Pak Hermawi Taslim untuk mengusung Pak Anies Baswedan, ini masih berproses sampai titik darah penghabisan sampai pendaftaran," jelasnya.
Partai Nasdem telah menjalin komunikasi lintas partai termasuk Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk membangun Koalisi di Pilkada Jakarta 2024. Namun, ia menekankan segala sesuatu yang berkaitan dengan Pilkada Jakarta masih bersifat dinamis, termasuk mengenai koalisi partai pengusung.
"Ya kalau ajak untuk bergabung (PKB dan PDIP) kan secara lisan sering kita komunikasi, cuma kan untuk finalisasinya belum, jadi sifatnya masih fleksibel ke kanan, kiri, depan, belakang, atas dan bawah," tuturnya.
Diberitakan, Partai Nasdem memutuskan mengusung mantan Gubernur DKI Anies Baswedan sebagai bakal cagub di Pilkada Jakarta 2024. Keputusan itu diambil dalam rapat yang dipimpin Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh.
"Ternyata sore ini kami telah membulatkan tekad menyepakati untuk Pilkada DKI, Pak Surya Paloh yang pimpin rapat tadi langsung menetapkan Bapak Anies Baswedan sebagai calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Nasdem," kata Sekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim dalam konferensi pers di Nasdem Tower, Jakarta, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Nasdem Sebut Anies dan Kaesang Belum Jodoh di Pilkada Jakarta 2024
Nasdem memberikan keleluasaan kepada Anies untuk menentukan bakal calon wakil gubernur (cawagub) yang mendampinginya nanti. Yang pasti, kata Hermawi Taslim, cawagub pilihan Anies tidak boleh berasal dari Partai Nasdem.
"Tadi tetapkan deklarasi dengan pasangan Pak Anies dengan pasangannya selambat-lambatnya tanggal 22 Agustus 2024, tetapi bisa lebih cepat Kalau Pak Anies bisa menyelesaikan PR-nya dalam waktu tiga hari berarti 25 (Juli), kira-kira seperti itu," katanya.

