Luhut Harap Simbara Bantu Berantas Korupsi di Pertambangan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, berharap peluncuran sistem informasi mineral dan batu bara (Simbara) yang kini juga mencakup komoditas nikel dan timah bisa membantu upaya pemberantasan korupsi di sektor pertambangan.
“Seringkali di berbagai kesempatan saya selalu mengatakan bahwa digitalisasi adalah kunci dari pemberantasan korupsi dan dongkrak bagi pendapatan negara saat ini,” kata Luhut dikutip dari laman Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan, Selasa (23/7/2024).
Baca Juga
Luhut: Penerimaan Negara Bisa Tambah Rp 10 Triliun dengan Simbara Nikel-Timah
Luhut menyampaikan, saat ini pengelolaan sumber daya alam dihadapkan pada tantangan untuk melakukan inovasi dan meningkatkan efisiensi serta transparansi bisnis.
Hilirisasi nikel yang didorong pemerintah dinilai telah berdampak positif pada peningkatan investasi di industri pertambangan dan pemurniannya. Namun, proses bisnis pun menjadi semakin kompleks.
Sementara itu, pada komoditas timah, Luhut memandang permasalahan yang terjadi tidak hanya terkait praktik penambangan ilegal, tetapi juga proses bisnis legal masih kerap menemukan tantangan.
“Saya melihat permasalahan tersebut menjadi kian kompleks karena monetisasi pada komoditas timah juga dilakukan untuk mineral-mineral ikutan yang terkandung dalam sisa hasil pengolahannya. Melalui implementasi Nikel dan Timah ke dalam Simbara, saya berharap permasalahan tersebut bisa diminimalisir,” sebut Luhut.
Dijelaskan Luhut, Simbara terhubung dengan Logistic National Single Window (LNSW) yang dimiliki Kementerian Keuangan, sehingga semua terintegrasi. Selain itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun terlibat dalam pembuatannya.
Baca Juga
Menhub Optimistis Kolaborasi Simbara dan Inaportnet Bisa Dongkrak PNBP
“Jadi saya percaya dengan ini kita lakukan, maka efisiensi di negeri ini akan makin tinggi, korupsi juga akan dibuat tidak bisa. Kenapa? Anda deal dengan mesin. Kalau hanya kita bikin pakta integritas, tanda tangan segala macam, korupsi bakal jalan aja. Karena apa? Dia bisa bertemu, dia bisa negosiasi,” tegas Luhut.
Untuk itu, Luhut berharap dengan adanya Simbara ini semua bisa memantau setiap tahap proses pergerakan komoditas minerba. Mulai dari produksi hingga pemurnian, sampai dengan pengangkutan dan penjualan dengan lebih transparan dan akuntabel.

