Dirjen Aptika Mundur, Bagaimana Menkominfo?
JAKARTA, Investortrust.id - Mundurnya Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Dirjen) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Semuel Abrijani Pangerapan merupakan salah satu upaya untuk meredam tekanan publik yang mendesak Menkominfo untuk mundur dari jabatannya, demikian disampaikan pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah kepada Investortrust, Kamis (4/7/2024).
Dia menilai yang seharusnya mundur dari jabatannya adalah Menkominfo, bukan justru anak buahnya.
"Menkominfo itu seperti tidak mau bertanggung jawab. Tetapi untuk mundur atau tidaknya Menkominfo ini kembali lagi ke Presiden Jokowi (Joko Widodo)," katanya.
Menurut Trubus, jabatan yang diemban oleh Budi Arie saat ini sarat akan kepentingan politik Jokowi. Seperti diketahui, dia merupakan Ketua Umum Relawan Pro Jokowi (Projo) yang perannya cukup krusial untuk panggung politik mantan Walikota Solo itu.
Baca Juga
Dirjen Aptika Kemenkominfo Mengundurkan Diri Buntut Serangan Siber ke PDNS 2
Kemungkinan besar masih akan menjabat sebagai Menkominfo sampai masa jabatannya berakhir pada Oktober 2024 mendatang, seiring dengan berakhirnya masa jabatan Jokowi di periode kedua kepemimpinannya.
"Ini ada pertimbangan politisnya, Projo itu jasanya besar buat Jokowi. Sebesar apapun kesalahannya masih akan tetap dipertahankan, apalagi ini masa jabatannya sudah mau habis, tinggal beberapa bulan lagi," tuturnya.
Terlebih selama ini Menkominfo memang disiapkan Jokowi sebagai jabatan yang diberikan untuk "balas budi" ke pihak yang memenangkannya pada Pemilu 2019. Johnny G. Plate yang menduduki jabatan Menkominfo sebelum Budi Arie merupakan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Nasional Demokrat (Nasdem).
"Sama saja sebenarnya jabatan Menkomminfo ini buat bagi-bagi jatah atau terima kasih Jokowi ke pendukungnya. Plate ((Johnny G Plate, red) juga sama kan datang dari partai (politik) pendukung dan Budi Arie relawan pendukung," ujar Trubus.
Jabatan yang diemban oleh Budi Arie sempat menjadi sorotan media asing setelah serangan ransomware terhadap PDNS 2.Channel News Asia (CNA) dalam artikelnya yang berjudul “Indonesia's 'Giveaway' Minister Faces Growing Pressure to Resign After Worst Cyberattack” menyebut bahwa Budi Arie mendapatkan tekanan publik untuk mengundurkan diri dari jabatannya usai insiden tersebut.
Baca Juga
Ini Pernyataan Telkom tentang Oknum Pembocor Username dan Password PDNS 2
Media yang berbasis di Singapura itu juga menyebut Budi Arie sebagai menteri “giveaway”. Sebutan itu mengutip pernyataan yang disampaikan Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet) Nenden Sekar Arum.
"Jangan sampai ada “giveaway” seperti ini terus... (Menkominfo) ini adalah jabatan yang sangat strategis apalagi kita tidak bisa lepas dari dunia digital," kata Nenden seperti yang dikutip oleh CNA pada Senin (2/7/2024).
Dalam artikelnya, CNA juga menuliskan bagaimana rekam jejak Budi Arie sebelum akhirnya menduduki jabatan yang membuatnya mendapatkan cacian dari masyarakat dan dicecar habis oleh Komisi I DPR RI.
Disebutkan bahwa Budi Arie sendiri sebelum masuk di pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan Ketua Umum Projo. Sebelum menduduki jabatan Menkominfo pada 17 Juli 2023, Budi Arie merupakan Wakil Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Wamendes PDTT) yang dilantik pada 23 Oktober 2019.
Jokowi diketahui sudah merespons desakan publik yang menginginkan Budi Arie mundur dari jabatannya sebagai Menkominfo. Disebutkan bahwa sudah dilakukan evaluasi menyeluruh terkait serangan siber terhadap PDNS 2.
"Semuanya sudah dievaluasi," kata Jokowi saat ditanya wartawan soal desakan Menkominfo mundur dalam konferensi pers di Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024), dikutip dari Antara.

