Hore! Peretas Akhirnya Rilis Kunci Enkripsi PDNS 2
JAKARTA, investortrust.id - Kelompok peretas Brain Cipher akhirnya merilis kunci untuk mengakses data yang tersimpan di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 setelah “disandera” selama hampir dua pekan.
Seperti diketahui, Brain Cipher memutuskan untuk memberikan akses data pemerintah di PDNS 2 secara cuma-cuma. Pemerintah akan mendapatkan kembali akses data tersebut tanpa perlu membayar uang tebusan US$ 8 juta atau Rp 131,1 miliar (kurs Rp 16.396/US$) yang diminta sebelumnya.
Baca Juga
Datanya Bocor dan Dijual di Forum Peretas, Begini Tanggapan Kemenkominfo
Melalui pernyataan di situs BreachForums yang berjudul “Answer the Most Popular Question”, Brain Cipher menyatakan bahwa mereka telah menepati janjinya. Pada Selasa (2/7/2024) kelompok peretas itu berjanji akan memberikan kunci untuk membuka enkripsi data di PDNS 2 pada Rabu (3/7/2024).
Brain Cipher menyebutkan bahwa ini adalah kali pertama dan terakhir target serangan ransomware mereka menerima kunci secara gratis. Kunci tersebut diberikan melalui tautan unduhan (link download) untuk kemudian diaplikasikan ke peladen (server) PDNS 2.
“Kami akan menunggu pihak kedua (Pemerintah Indonesia) secara resmi mengonfirmasi bahwa kuncinya berfungsi dan data dipulihkan. Hanya saja setelah itu kami akan menghapus data secara permanen," demikian bunyi pernyataan Brain Cipher pada Rabu (3/7/2024).
Kemudian Brain Cipher juga mengungkapkan alasannya memberikan kunci tersebut secara cuma-cuma. Disebutkan bahwa perundingan dengan Pemerintah Indonesia terbilang alot dan menemui jalan buntu.
“Pemerintah Indonesia menggunakan pihak ketiga untuk menyelesaikan persoalan ini,” ungkapnya.
Baca Juga
Kemenkominfo Bungkam Soal Pusat Data Nasional yang Dibebaskan Cuma-Cuma oleh Peretas
Melalui pernyataannya, Brain Cipher juga menyebut bahwa PDNS sangat mudah dibobol. Padahal, seharusnya Pemerintah Indonesia mengamankan data tersebut dengan baik agar tak mudah terkena serangan siber atau dibocorkan.
“Serangan ke PDNS 2 sangat mudah sehingga kami hanya membutuhkan sedikit waktu untuk membongkar data dan mengenkripsi beberapa ribu terabyte informasi,” tulis Brain Cipher.
Brain Cipher juga kembali meminta maaf kepada semua rakyat Indonesia atas kegaduhan yang mereka buat lewat serangan ransomware terhadap PDNS 2. Pihak yang identitasnya tak diketahui atau anonim itu juga masih membuka donasi melalui dompet mata uang kripto Monero Wallet.
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bungkam terkait dengan rencana Brain Cipher memberikan kunci enkripsi data PDNS 2 secara cuma-cuma. Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria enggan memberikan komentarnya.
“Tidak ada pertanyaan soal itu ya (pembukaan akses data PDNS 2 oleh Brain Cipher),” katanya ketika ditemui di Akmani Hotel, Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2024).
Nezar mengaku tidak bisa berkomentar lantaran informasi tersebut hanya bisa disampaikan oleh Kementerian Koodinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam), alih-alih Kemenkominfo.
“Itu ke Polhukam tanyanya. Karena itu informasinya satu pintu ya,” tegasnya.

