Ini Kejanggalan Rencana Peretas Pusat Data Nasional yang Mau Kasih Gratis Kunci Enkripsi
JAKARTA, investortrust.id - Rencana kelompok peretas Brain Cipher memberikan kunci enkripsi data yang tersimpan di Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 secara cuma-cuma ke pemerintah dianggap janggal.
Seperti diketahui, Brain Cipher memutuskan untuk membuka akses data pemerintah di PDNS 2 yang sempat dikunci selama hampir dua pekan. Pemerintah akan mendapatkan kembali akses data tersebut tanpa perlu membayar uang tebusan US$ 8 juta atau Rp 131,1 miliar (kurs Rp 16.396/US$) yang diminta sebelumnya.
Pengamat keamanan siber sekaligus Chairman lembaga riset siber Communication and Information System Security Research Center (CISSReC) Pratama Dahlian Persadha menemukan setidaknya ada tiga kejanggalan dari rencana Brain Cipher. Pertama, mengapa mereka tidak memberikan langsung kunci enkripsi setelah mengeluarkan pernyataannya.
“Mengapa harus menunggu sampai besok (Rabu)? Padahal bilangnya demi kehormatan mereka. Kasih saja langsung. Mereka bilang hari Rabu, tapi Rabu tanggal berapa tahun berapa tidak diinfokan,” katanya kepada Investortrust melalui pesan instan pada Rabu (3/7/2024).
Baca Juga
Peretas Pusat Data Nasional Galang Donasi Lewat Monero (XMR), Ini Alasannya
Kemudian Pratama juga mempertanyakan Brain Cipher yang mengharapkan donasi dari publik. Kelompok peretas itu dalam pernyataannya menyisipkan tautan untuk donasi melalui dompet kripto Monero (MRP).
“Tapi mengapa kok masih mengharapkan donasi dengan memberikan dompet kripto nya? Kalau memang beneran ikhlas, kasih aja. Gak usah minta-minta donasi,” tegasnya.
Terakhir dan yang paling janggal adalah, Brain Cipher berencana untuk memberikan tautan untuk mengunduh kunci enkripsi apabila alat penghitung mundur selesai. Saat ini, penghitung mundurnya tampak masih menghitung mundur sampai 3103 hari.
“Artinya link download (unduhan) kuncinya akan available (tersedia) 8,5 tahun lagi. Silakan menilai ini prank atau beneran,” ujarnya.
Baca Juga
Pusat Data Nasional Diserang Ransomware, Jokowi: Evaluasi Semuanya
Melalui sebuah unggahan yang ditulis Brain Cipher dan diunggah oleh akun X (d/h Twitter) @stealhtmole_int pada Selasa (2/7/2024), diketahui bahwa kelompok peretas tersebut akan memberikan kunci untuk membuka akses enkripsi PDNS 2 kepada pemerintah tanpa perlu membayar tebusan.
“Kelompok Ransomware Brain Cipher mengumumkan mereka akan merilis kunci dekripsi secara gratis pada hari Rabu ini. Mereka menekankan perlunya pendanaan dan spesialis keamanan siber. Mohon maaf kepada Indonesia atas gangguan ini. Mereka meminta pengakuan publik atas keputusan mereka,” tulis akun @stealthmore_int.
Melalui pernyataannya di ransomware live, Brain Cipher mengungkapkan bahwa serangan yang mereka lakukan bertujuan untuk membuktikan bahwa pemerintah Indonesia memerlukan keamanan siber yang lebih kuat, terutama dari sisi sumber daya manusia (SDM).
“Hari Rabu (3/7/2024) ini, kami akan merilis kunci enkripsi (PDNS 2) kepada Pemerintah Indonesia secara gratis. Kami harap serangan kami membuat pemerintah sadar bahwa mereka perlu meningkatkan keamanan siber mereka, terutama merekrut SDM keamanan siber yang kompeten," ujar Brain Cipher.
Baca Juga
Kemudian Brain Cipher juga menyatakan bahwa serangan ransomware yang dilakukan terhadap PDNS 2 tidak ada kaitannya dengan isu politik. Serangan tersebut seperti halnya serangan ransomware pada umumnya meminta tebusan dengan motif ekonomi.
Brain Cipher juga turut meminta maaf kepada semua rakyat Indonesia atas kegaduhan yang mereka buat lewat serangan ransomware terhadap PDNS 2. Pihak yang identitasnya tak diketahui atau anonim itu juga membuka donasi melalui dompet mata uang kripto Monero Wallet.
“Kami meminta maaf kepada publik atas semua yang terjadi, dan kami juga meminta publik paham bahwa keputusan ini kami buat secara independen, tidak dipengaruhi oleh siapa pun," demikian permintaan maaf Brain Cipher.

