Program Makan Siang Bergizi Gratis Bisa Gerus 20% Anggaran Kementerian
JAKARTA, investortrust.id - Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) memprediksi terjadi penurunan pagu anggaran kementerian dan lembaga (K/L) sebesar 10-20% pada 2025 sejalan dengan digulirkannya Program Makan Bergizi Gratis.
“Penurunannya bisa 10-20%, namun persentase penurunan anggaran K/L masih dinamis karena masih dalam kerangka pagu indikatif dan masih dalam proses,” ucap Sekjen Fitra, Misbah Hasan dalam keterangan tertulisnya, Minggu (30/6/2024).
Menurut Misbah, masing-masing K/L masih bisa bernegosiasi di forum trilateral meeting antara Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dan K/L teknis hingga pembacaan nota keuangan RAPBN pada 16 Agustus 2024.
Selain itu, Misbah menilai, peluang kedua bisa terjadi saat pembahasan RAPBN antara eksekutif dan legislatif pada Agustus sampai Oktober 2024 (menjadi APBN).
Berdasarkan simulasi versi Bappenas, kata Misbah, Program Makan Bergizi Gratis membutuhkan alokasi anggaran sebesar Rp 71 triliun untuk 20 ribu porsi pada 2025. Alokasi tersebut merupakan simulasi awal dari kebutuhan alokasi anggaran sebesar Rp 185,2 triliun per tahun.
Adapun sasaran Program Makan Bergizi Gratis adalah siswa pra-sekolah, SD, SMP, SMA, dan pesantren sebanyak 80 juta pada 2029 untuk tujuan menangani stunting.
Kendati demikian, Misbah Hasan mengungkapkan, anggaran Program Makan Bergizi Gratis sebesar Rp 71 triliun terlalu besar, apa lagi skema dan teknisnya belum jelas.
“Program ini belum jelas akan diurus oleh kementerian mana, apakah akan dilakukan Kementerian tersendiri atau lintas kementerian. Ini penting karena berkaitan dengan struktur kabinet presiden dan wakil presiden baru Prabowo-Gibran,” papar dia.
Dia menjelaskan, seharusnya pemerintah terlebih dahulu dilakukan uji pubik sebelum menggulirkan program tersebut. “Jangan sampai di tengah jalan terjadi persoalan,” tandas Misbah Hasan.

