DPR Ungkap Negara Berpotensi Rugi Rp 20.000 Triliun Akibat Peretasan Pusat Data Nasional
JAKARTA, investortrust.id - Anggota Komisi I DPR Sukamta mengungkapkan potensi kerugian negara yang disebabkan oleh serangan siber terhadap pusat data nasional (PDN) senilai Rp 20.000 triliun. Kerugian itu karena harta kekayaan berupa data dan keamanan di Tanah Air tersimpan di PDN.
"Kalau dinilai mungkin lebih dari Rp 20.000 triliun ya," ucap Sukamta dalam sebuah diskusi yang digelar secara daring, Sabtu (29/6/2024).
Baca Juga
Ditjen Imigrasi Sudah Minta Backup Data PDNS 2 ke Kemenkominfo, tetapi Responsnya Begini
Politikus PKS ini pun mencontohkan kerugian-kerugian yang bisa dialami Indonesia apabila data tersebut dimiliki pihak lain. Hal yang utama terkait sistem keamanan dan pola-pola pengamanan yang tersimpan dalam PDN itu.
"Coba bayangin kalau pihak, satu negara mempelajari sistem keamanan, bagaimana polisi mengamankan pola-pola pengamanannya, berapa personelnya bagaimana pula laporannya, pola penangananya ketahuan," ungkapnya.
Lebih lanjut, Sukamta juga menyebutkan kerugian dari sisi ekonomi. Salah satunya adalah pola konsumsi bangsa Indonesia yang bisa diketahui oleh suatu pihak atau negara. Berdasarkan data itu, menurutnya, Indonesia berpotensi diatur negara lain.
"Belum lagi kalau dari sisi ekonomi, misalnya pola konsumsi bangsa Indonesia ketahuan ya, big datanya itu akan membuat bangsa kita di-drive. Jadi ini sebetulnya kita kehilangan kekayaan yang sangat luar biasa," imbuh Sukamta.
Baca Juga
Kemenkominfo Bakal Wajibkan Instansi Pemerintah Buat Backup Data
Sebelumnya, pemerintah memastikan tidak akan membayar uang tebusan sebesar US$ 8 juta atau Rp 131,1 miliar (kurs Rp 16.396/US$) untuk bisa mengakses kembali Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2 yang mengalami gangguan akibat terkena serangan ransomware.
"Ditunggu saja, nanti ini sedang diurus sama tim. Yang jelas, pemerintah tidak akan bayar," ucap Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (25/6/2024).

