Perhimpunan Dokter Mata Diminta Tekan Angka Kebutaan 25% Tahun 2030
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami), Budhu menyebut pemerintah menargetkan dapat menekan angka kebutaan sebesar 25% pada tahun 2030.
"Pemerintah melalui Perdami berpesan agar kita bisa bersama-sama menekan angka kebutaan minimal 25% pada 2030 mendatang," ujar Budhu, dalam acara JEC Eye Talks: Peringatan Bulan Kesadaran Katarak di RS Mata JEC @ Kedoya, Jakarta, Kamis (27/6/2024).
Budhu menjelaskan, penyandang kebutaan berjumlah 1,6 juta orang, dengan sekitar 80% disebabkan oleh katarak. Meski bisa menyebabkan buta, katarak sebenarnya sangat bisa direhabilitasi, yakni dengan operasi.
"Sayangnya, masih banyak penyandang katarak yang belum menjalani operasi. Ironisnya lagi, alasan terbanyak belum adanya tindakan adalah karena penyandang katarak yang tidak sadar mengidap gangguan penglihatan ini," ungkap Budhu.
Baca Juga
Hati-Hati, Ini Akibatnya Jika Katarak Tidak Segera Ditangani
Lebih lanjut, Budhu menyebut, meski banyak ditemukan pada pasien berusia di atas 50 tahun, sesungguhnya katarak tidak mengenal umur. Sebab, kata Budhu, katarak juga bisa terjadi karena kondisi-kondisi tertentu.
"Semua orang bisa terkena katarak. Dan penanganannya hanya melalui tindakan operasi. Karenanya, kita harus melakukan sosialisasi dan edukasi yang masif kepada seluruh lapisan masyarakat," jelas Budhu.
Sementara itu, Ketua Seksi Penanggulangan Buta Katarak (SPBK) Perdami, Ahmad Ashraf Amalius menambahkan, problem pelayanan katarak adalah awareness, barriers of surgery,cost, dan distance. Oleh karena itu, menurut Ahmad, kerja sama lintas sektoral sangatlah penting.
"Kami di Perdami selalu berdampingan dengan pemerintah dan stakeholder lainnya, seperti JEC, dalam membantu masyarakat Indonesia terbebas dari gangguan penglihatan dan kebutaan akibat katarak.
Baca Juga
Ini selaras dengan visi kami untuk meningkatkan kualitas kesehatan mata rakyat Indonesia," kata Ahmad.
Sehubungan dengan hal tersebut, Ahmad membeberkan, salah satu langkah penting adalah edukasi mengenai pemeriksaan mata rutin, yang krusial untuk pencegahan dan penanganan dini.
"Dengan meningkatkan kesadaran masyarakat, kita dapat menekan angka kebutaan akibat katarak. Sinergi antara edukasi dan layanan medis yang optimal adalah kunci mengatasi masalah ini," tegasnya.

