Perhimpunan Filantropi RI Usul Adanya Insentif Pajak
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Badan Pengurus Perhimpunan Filantropi Indonesia, Rizal Algamar, meyakini potensi pengumpulan dana dari filantropi dapat terus berkembang ke depannya. Untuk mengoptimalkan penghimpunan dana tersebut, ia mengusulkan adanya kebijakan insentif pajak terhadap sektor filantropi.
"Saya yakin potensinya bisa lebih dari itu, apalagi misalnya ditopang oleh insentif pajak. Saya yakin (potensinya) mungkin lebih dari Rp 600 triliun, potensi dana filantropi di Indonesia," kata Rizal kepada awak media usai menghadiri pembukaan Filantropi Indonesia Festival (FIFest) 2025 di kantor Bappenas, Jakarta, Senin (4/8/2025).
Meski demikian, Rizal menyebutkan kendala lain dalam penghimpunan dana filantropi adalah terkait data para pemberi donasi. Ia menyebut terdapat kebiasaan di tengah masyarakat dimana para pemberi donasi tidak memberikan data dirinya.
Sehingga ia meyakini, potensi filantropi di Indonesia semestinya lebih besar dari yang tercatat.
Baca Juga
Bappenas: Potensi Dana Filantropi RI Capai Lebih dari Rp 600 Triliun per Tahun
"Banyak sekali masyarakat kita yang mendonasi dengan tangan kanan, tetapi tangan kirinya tidak tahu," sebutnya.
Sementara itu Rizal mengakui para pegiat yang tergabung dalam Perhimpunan Filantropi Indonesia tidak memiliki target tersendiri terkait jumlah dana yang akan dihimpun. Ia menjelaskan, pihaknya lebih mengedepankan agar dapat bersama-sama mengadvokasi dan mencari solusi terbaik agar filantropi di Indonesia dapat berkembang lebih pesat.
"Jadi bukan kita mengkoleksi dana, bukan ya. Ini tujuannya untuk melakukan konsolidasi, rembug, dan mencari solusi untuk tujuan ke depan bagaimana lebih rapatnya bekerja bersama-sama dengan komunitas," jelasnya.
Deputi bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas, Leonardo A. A. Teguh Sambodo, merespons soal usulan adanya insentif pajak bagi para filantropis di Indonesia. Ia bercerita, saat ini Bappenas tengah merampungkan apa yang disebut dengan SDGs Registration.
Leonardo menjelaskan, SDGs Registration merupakan sertifikat yang dikeluarkan bagi semua pemangku kepentingan yang sudah berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan. Menurutnya, sertifikan ini dapat dikeluarkan bagi individu atau korporasi.
"Ini akan sangat bermanfaat karena sertifikasi ini akan menjadi bagian yang akan digunakan sebagai bagian dari ESG. Contohnya untuk perusahaan ini adalah satu yang sekarang sedang kami siapkan," ungkap Leonardo pada kesempatan yang sama.

