Rupiah Tertekan dan Harga Pangan Global Naik, Bapanas Kerek Produksi Domestik
JAKARTA, Investortrust.id – Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyebutkan harga pangan global belakangan menunjukan tren eskalasi, diiringi pelemahan nominal kurs rupiah terhadap dolar. Dengan kondisi tersebut Arief mendorong peningkatan produksi pangan pokok strategis yang bersumber dari dalam negeri.
Menilik data di The FAO Food Price Index (FFPI), pada Mei 2024 indeks harga pangan naik 1,1 poin menjadi 120,4 poin. Sedangkan pada bulan sebelumnya, indeks tercatat di 119,3 poin, sementara di awal 2024, indeks masih berada di 117,7 poin.
FFPI sendiri adalah pengukuran perubahan harga bulanan lingkup internasional untuk sejumlah komoditas pangan. Indeks ini terdiri dari rerata harga 5 komoditas, antara lain sereal, minyak nabati, produk susu, daging, dan gula.
“Kita harus fokus ke produksi dalam negeri. Ini waktunya kita lakukan peningkatan produksi. Apalagi kurs dolar saat ini sedang tinggi, di atas Rp 16.400 per dolar,” ucap Arief dalam keterangan tertulisnya, Selasa (25/6/2024).
Baca Juga
Harga Komoditas Pertanian Naik, Volume Impor Beras Indonesia Melonjak 165,27%
“Kita sangat ingin efek ekonomi dari importasi tidak hanya di negara mitra melulu, tapi kembali lagi ke Indonesia,” tambahnya.
Lebih lanjut, Arief pun mencontohkan, apabila setiap bulannya bisa menanam lebih dari 1 juta hektar sawah padi, maka yang dihasilkan adalah 2,5 juta beras. Dengan begitu maka produksi dalam negeri aman.
“Selanjutnya kita tinggal intensifikasi, mau berapa dinaikan rata-rata produksi per hektarnya. Kemudian ditambah ekstensifikasi, ini tentunya perlu infrastruktur teknologi pertanian. Di pasca panen juga perlu disiapkan. Meningkatkan produksi itu sangat bisa,” terang Arief.
“Seperti arahan Bapak Presiden Joko Widodo bahwa ketersediaan air merupakan hal yang pokok, jadi kalau padi itu harus ada airnya. Untuk itu, pemerintah secara bertahap menyiapkan 61 waduk dan embung demi pastikan air selalu ada diiringi dengan normalisasi saluran air," tandasnya.

