Bapanas Sebut Kenaikan Harga Plastik Kerek Harga Beras Rp300/Kg
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kelangkaan bahan baku plastik global mulai merambat ke sektor pangan nasional. Badan Pangan Nasional (Bapanas) melaporkan bahwa kenaikan harga kemasan plastik telah memicu pembengkakan biaya produksi, dengan dampak paling signifikan terlihat pada komoditas beras.
Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan para pelaku usaha, mulai dari sektor perberasan, gula, hingga industri makanan kemasan untuk memetakan dampak risiko ini.
"Di komoditas beras, dampaknya hampir sekitar Rp300 per kilogram. Sementara di gula relatif lebih kecil, sekitar Rp100 hingga Rp150 per kilogram," ujar Ketut dalam media briefing di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ketut menjelaskan meskipun angka tersebut masih merupakan perhitungan kasar, pemerintah tidak tinggal diam. Bapanas bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) tengah berupaya mencari solusi jangka pendek untuk mengamankan rantai pasok bahan baku plastik agar tidak semakin membebani harga pangan di tingkat konsumen.
Baca Juga
"Kami berterima kasih kepada rekan-rekan di Kemendag yang sudah bergerak mencari peluang-peluang baru. Para pelaku usaha juga terus mencari alternatif pasokan bahan baku plastik guna menekan dampak lanjutan," imbuhnya.
Kenaikan harga plastik ini menambah daftar tantangan dalam menjaga stabilitas harga pangan tahun ini. Mengingat sebagian besar produk pangan pokok seperti beras dan gula sangat bergantung pada kemasan plastik untuk distribusi, kenaikan biaya pada komponen packaging secara otomatis mengerek harga pokok produksi.
Saat ini, pemerintah terus memantau pergerakan harga di pasar dan menjamin bahwa koordinasi lintas sektor akan diperkuat demi menjaga agar kenaikan biaya kemasan ini tidak memicu inflasi pangan yang berlebihan.

