Ilham Habibie Menjawab Strategi untuk Maju ke Pilkada Jabar
JAKARTA, investortrust.id - Ilham Akbar Habibie, pengusaha dan peneliti kedirgantaraan, mengungkapkan strategi untuk maju sebagai bakal calon gubernur di pemilihan kepala daerah (pilkada) Jawa Barat.
“Nah, kalau strategi kesana (menuju pilkada) yang paling penting saat ini, kita harus memastikan dan memfinalkan kesepakatan dengan partai pengusung lainnya. Itu nomor satu,” kata Ilham dalam acara One on One yang ditayangkan tvOne, Jumat (21/6/2024).
Ilham mengatakan, setelah melewati proses tersebut maka standar yang harus ditempuh yaitu “kenal, senang, pilih”. Selain itu, dia juga akan meningkatkan popularitas dan elektabilitas dirinya agar dikenal masyarakat luas.
“Jadi yang harus kita tingkatkan saat ini adalah popularitas, dikenal, kemudian berkenalan dengan orang. Bisa ketemu langsung, bisa lewat media, bisa lewat sosmed, banyak cara yang ada dan itu rahasia umum,” kata dia.
Baca Juga
Ilham mengatakan keputusan untuk maju ke gelanggang pilkada Jawa Barat ditempuh lewat riset. Dia mengatakan tim yang terdiri atas saudara dan rekan-rekannya telah menjajaki kemungkinan jika ia maju ke pemilihan gubernur.
“Saat itu masih ada dua kemungkinan, maju di DKI Jakarta atau Jabar,” kata dia.
Setelah ditelusuri, ada beberapa partai yang merespons. Beberapa di antaranya yaitu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Tapi, respons dari Partai Nasdem begitu serius dan cepat. Dia mengatakan proses pengesahannya maju ke pilkada Jawa Barat hanya memerlukan waktu sekitar dua pekan.
“Dua minggu sejak pertama kali (berbicara dengan) Pak Saan Mustopa, Ketua DPW Nasdem Jawa Barat, sampai dengan saya terima surat dari Ketua Umum Nasdem Pak Surya Paloh, itu cepat sekali,” kata dia.
Baca Juga
Ilham Habibie Belajar Jadi Politisi Teknokrat dari Sang Ayah
Meski diusung Partai Nasden, Ilham juga turut memperhitungkan koalisi dengan sejumlah partai yang memiliki syarat kursi parlemen di Jawa Barat. Saat ini, Partai Nasdem hanya memiliki 8 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat. Jumlah kursi itu masih jauh dari syarat 20% kursi DPRD Jawa Barat yang berjumlah 120 kursi atau memperoleh 25% dari akumulasi perolehan suara sah pemilu terakhir.
“Nasdem mempunyai delapan, jadi diperlukan 16 lagi. Jadi Nasdem sudah mempunyai satu kesepakatan dengan PKS. Tapi, ini tentunya belum final,” kata dia.
Ilham mengatakan surat persetujuan itu memerlukan surat rekomendasi dari DPW PKS Jawa Barat dan DPP PKS. “Jadi ada two steps lagi,” kata dia.

