Ilham Habibie Pilih Maju Pilkada Jabar karena Kedekatan Historis
JAKARTA, investortrust.id - Ilham Akbar Habibie, putra sulung Presiden ke-3 RI BJ Habibie memutuskan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat (Pilkada Jabar) 2024. Ilham maju ke pilkada dengan diusung Partai Nasdem.
Ilham mengatakan memutuskan maju dalam pertarungan pilkada Jawa Barat karena kedekatan historis. Dia mengatakan secara pribadi, pengalaman, dan sejarah, memiliki ikatan dengan Jawa Barat.
“Saya tinggal di Bandung dan memiliki KTP Bandung selama 13 tahun,” kata Ilham dalam acara One on One yang ditayangkan tvOne, Jumat (21/6/2024).
Baca Juga
Ilham mengatakan Bandung lekat dengan sejarah hidupnya. Sebelum menjadi pengusaha, Ilham pernah mengajar sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan bekerja di PT Dirgantara Indonesia.
“Jadi memang jejak dan akar Bandung atau Jawa Barat itu banyak. Orang tua saya pun juga sebagian masa remaja mereka juga ada di Bandung dan berkenalan di Bandung,” kata dia.
Selain itu, kata Ilham, Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan banyak industri. Dia menyebut lebih dari 50% industri di Indonesia berada di Jawa Barat.
“Dan bisa dibayangkan, kalau saya diberi peluang dan kepercayaan jadi gubernur, nomor satu yang akan saya dorong adalah ekonomi berdasarkan industri karena diperlukan lapangan kerja yang banyak,” ujar dia.
Ilham mengatakan lapangan kerja diperlukan karena menjadi kebutuhan masyarakat saat ini. Sedangkan sektor industri menjadi sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja.
“Kalau kita bicara industri, perlu ada juga sumber daya manusianya ya. Bisa dididik, bisa vokasional, dan politeknik, dan itu banyak sekali di Jawa Barat. Selain itu masyarakat di Jabar dikenal sebagai masyarakat yang kreatif,” kata dia.
Baca Juga
Ilham Habibie 'Tak Gentar' Meski Hadapi Nama Populer di Pilkada Jabar
Kreativitas itu, kata Ilham, perlu mendapat saluran. Dia menyebut kreativitas perlu untuk meningkatkan daya inovasi dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, Jawa Barat memiliki potensi di berbagai sektor lainnya.
“Potensi-potensi yang lain juga ada pertanian, perkebunan, bahkan pariwisata pun ada. Isudah berjalan itu bisa dibuat lebih berdaya saing lagi, namun demikian saya kira untuk menciptakan lapangan pekerjaan, industri yang paling penting,” kata dia.

