Dorong Pahala Nainggolan Maju Capim KPK, Alex Marwata: Sampai Mentok
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Alexander Marwata mendorong seluruh deputi dan direktur lembaga antikorupsi untuk maju dalam proses seleksi calon pimpinan (capim) KPK.
"Pokoknya semua deputi di KPK silakan maju kalau yang bersangkutan mau," kata Alex, sapaan Alexander Marwata, Kamis (13/6/2024).
Salah satu deputi yang didorong untuk maju, yakni Depui Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan. Diketahui, Pahala pernah maju dalam proses seleksi capim KPK periode 2019-2023. Namun, Pahala tidak lolos dalam tes psikologi.
Baca Juga
Pansel Diminta Lahirkan Pimpinan KPK Berintegritas dan Independen
"Kalau saya sih dorongnya sudah sampai mentok," kata Alex.
Tidak hanya Pahala, Alex menekankan mendorong seluruh pejabat KPK yang memenuhi syarat usia untuk maju dalam proses seleksi capim kali ini.
"Kembali lagi yang bersangkutan, saya sampaikan silakan saja, deputi, direktur juga boleh yang penting kan syaratnya minimal 50 (tahun), kan begitu kan. Direktur silakan saja kalau mau maju wes maju. Prinsipnya seperti itu. Kalau pimpinan semuanya mendorong," katanya.
Pansel Capim KPK diketahui telah menyambangi Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2024). Dalam kesempatan itu, Pansel meminta KPK mendalami rekam jejak para calon pimpinan yang mendaftar. Hasil penelusuran rekam jejak itu akan menjadi masukan bagi pansel untuk menyeleksi para calon pimpinan lembaga antikorupsi.
“Kami minta bantuan untuk clearance pada calon-calon pimpinan KPK yang daftar di dalam seleksi ini,” kata Ketua Pansel KPK, Muhammad Yusuf Ateh di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (12/6/2024).
Baca Juga
Selain rekam jejak, Ateh mengatakan, pansel juga menerima berbagai informasi mengenai kondisi KPK, tantangan yang dihadapi, hingga kriteria pemimpin yang dibutuhkan lembaga antikorupsi. Berbagai informasi tersebut dinilai penting untuk mencari kandidat yang tepat memimpin KPK lima tahun mendatang.
“Banyak sekali informasi yang disampaikan tentang kelembagaan KPK, sosok yang diharapkan, kesulitan, kekurangan, dan pengalaman beliau-beliau selama periode ini. Kami catat semua,” ujar Ateh.

