113,3 Juta Bidang Tanah Sudah Terdaftar di PTSL
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berhasil mendaftarkan 113,3 juta bidang tanah. Dari jumlah itu, 91,7 juta bidang tanah sudah bersertifikat.
''Sebagai implementasi arahan presiden terkait Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), kami sudah berhasil mendaftarkan 113,3 juta bidang tanah atau 94,4% dari target 120 juta bidang tanah pada 2024,'' kata Menteri ATR/Kepala BPN, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (11/6/2024).
Baca Juga
Sukseskan Program Reforma Agraria, AHY Bidik Pinjaman Lunak Bank Dunia Rp 10,3 Triliun
AHY mengungkapkan, 113,3 juta bidang tanah yang didaftarkan itu mencapai 89% dari target PTSL keseluruhan sebanyak 126 juta bidang tanah pada 2025.
Pada 2017, menurut AHY, jumlah bidang tanah terdaftar baru mencapai 46 juta. Artinya, dalam rentang waktu tujuh tahun terjadi lonjakan sekitar 250%. Bahkan, dalam 100 hari kerja, sejak 21 Februari 2024, Kementerian ATR berhasil mendaftarkan 2,4 juta bidang tanah.
''Melalui program PTSL, pendaftaran tanah turut berkontribusi terhadap pertambahan nilai ekonomi (economic value added/EVA) sebesar Rp 6.519 triliun. Hal ini bersumber dari Pajak Penghasilan (PPh), Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), dan Nilai Hak Tanggungan (HT),'' papar dia.
AHY menjelaskan, untuk mengakselerasi pencapaian target PTSL, Kementerian ATR juga mendorong pemda memberikan keringanan kepada masyarakat dengan membebaskan BPHTB pada program pendaftaran tanah pertama.
''Adapun dalam 100 hari kerja kami saja, nilai tambah ekonomi dari pendaftaran tanah sebesar Rp 215,8 triliun,'' tandas AHY.
Dia menambahkan, dalam program 100 Kabupaten/Kota Lengkap setidaknya sudah ada 121 kabupaten/kota yang telah memberikan keringanan ataupun membebaskan BPHTB. Program ini akan dilanjutkan secara masif melalui koordinasi dengan pemkab/pemkot lainnya.
Baca Juga
''Selanjutnya, dalam rangka mewujudkan tata kelola pertanahan dan tata ruang yang modern, berkualitas dan berstandar dunia, kami telah menetapkan tahun ini terdapat 104 Kabupaten/Kota Lengkap,'' tutur anak presiden RI ke-6 itu.
Dari target tersebut, kata AHY, saat awal dirinya menjabat sebagai Menteri ATR/BPN jumlah kabupaten/kota lengkap sebanyak 13. ''Dalam 100 hari kerja, alhamdulillah terjadi penambahan 20 Kabupaten/Kota Lengkap sehingga jumlah keseluruhan Kabupaten/Kota Lengkap hingga saat ini sebanyak 33 kabupaten/kota,'' tutur dia.

