Debat Cawapres Bahas Perkotaan, Urbanisasi yang Belum Maksimal Dorong PDB Jadi Sorotan
JAKARTA, investortrust.id - Isu perkotaan menjadi salah satu topik yang akan dibahas pada debat cawapres di Pilpres 2024 yang akan diselenggarakan KPU, Jumat (22/12/2023) besok. Terkait hal itu, Indef menyoroti urbanisasi yang belum maksimal dalam mendorong PDB mesti menjadi perhatian Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, Gibran Rakabuming Raka, dan Mahfud MD saat debat nanti.
Peneliti Center of Digital Economy and SME Indef, Izzudin Al Farras menyebut, urbanisasi di Indonesia sejatinya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Bahkan, saat ini masyarakat Indonesia yang tinggal di kota lebih banyak ketimbang yang tinggal di desa.
Berdasarkan data dari World Development Indicators (2023) dan World Bank (2019), populasi di perkotaan naik 77,3 juta dalam 24 tahun terakhir. Tercatat ada 82,3 juta orang yang tinggal di perkotaan pada 1998, namun di 2022 meningkat menjadi 159,6 juta jiwa.
“Urbanisasi naik 28,4% dalam 24 tahun. Pada 1998, hanya 39,5% masyarakat Indonesia tinggal di kota, namun di 2022 menjadi 57,9%. Kalau dicek, ada tren kenaikan sekitar 3%-4% setiap lima tahun,” kata Izzudin dalam Diskusi Publik Indef: Mengurai Gagasan Cawapres Tentang Ekonomi, Kamis (21/12/2023).
Baca Juga
Debat Cawapres Bahas Ekonomi, Ini yang Ingin Didengar Pengusaha
Berdasarkan data tersebut, diperkirakan sekitar 70% atau 220 juta penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan pada 2045. Untuk itu, Izzudin menekankan pemerintah harus mulai memperhatikan terkait dengan perkotaan, khususnya dalam bidang ekonomi.
“Kenapa ini penting? Karena selama ini urbanisasi belum optimal mendorong pertumbuhan ekonomi. Kalau Indonesia dibandingkan dengan negara-negara lainnya, di Indonesia setiap 1% pertumbuhan urbanisasi berkorelasi terhadap 1,4% pertumbuhan PDB nasional,” papar Izzudin.
Baca Juga
Jadi Tema Debat Cak Imin vs Gibran vs Ganjar, Ini Visi-Misi 3 Paslon di Bidang Ekonomi
Sementara di China, Izzudin melanjutkan, setiap 1% pertumbuhan urbanisasi berkorelasi terhadap 3% pertumbuhan PDB negara. Sedangkan di negara berkembang lainnya yang ada di Asia Timur dan Asia Pasifik, pertumbuhan PDB-nya 2,7% setiap 1% pertumbuhan urbanisasi.
“Artinya ada masalah yang harus diurai di perkotaan supaya bisa mengoptimalkan urbanisasi. Dengan demikian urbanisasi ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Tentu kita tahu masalahnya meliputi macet, banjir, dan sebagainya,” tandas Izzudin.

