Kepala Bapanas Beri Sinyal Bansos Beras Bakal Lanjut di 2025, Ini Katanya
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo mengusulkan anggaran Bapanas senilai Rp 20,22 triliun pada 2025. Anggaran itu salah satunya akan digunakan untuk bantuan pangan pemerintah, yakni nantinya disalurkan untuk beras, telur ayam dan daging ayam.
Lantas apakah bansos beras 10 kilogram (kg) yang diberikan pemerintah akan dilanjutkan pada 2025?
Ketika ditanya hal tersebut, Arief tidak menjawab tegas. Namun, ia menjelaskan bantuan pangan beras untuk membantu 22 juta keluarga di Tanah Air. Untuk itu, pemerintah menugaskan BUMN pangan menjalankan program itu.
Baca Juga
Pemerintah Pastikan Program Bansos Beras Lanjut hingga Desember 2024
"Jadi ini kita itu buat ekosistem pangan di hilir punya target untuk pengentasan rawan pangan dan gizi buruk," ucap Arief saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Senin (10/6/2024).
Mantan Plt Menteri Pertanian ini pun mengungkapkan bahwa masih ada sebanyak 68 kabupaten/kota yang tersebar di seluruh Indonesia yang memerlukan bantuan pangan. Dikatakan, terdapat 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang membutuhkan bantuan tersebut.
"Di hilir masih banyak 68 kabupaten/kota rentan pangan, jadi ini apakah masih perlu? Ya perlu, selama angka 68 kab /kota masih perlu. Ini batas miskin dan tidak miskin masalahnya di pangan," terangnya.
"Makanya 22 juta KPM itu hitungan KPM ini harus diselamatkan, satu keluarga tiga (jiwa), tiga kali 22, 66 juta orang minimal itu bisa makan, dan itu adalah beras," tegas Arief.
Perincian usulan anggaran Bapanas sebesar Rp 20,22 triliun tersebut, di antaranya untuk penyaluran bantuan pangan beras untuk 6 bulan ke depan sebesar Rp 16,68 triliun, dan bantuan ayam dan telur selama 6 bulan Rp 834,1 miliar.
Baca Juga
Dari Mensos ke Kepala Bapanas, Ini Alasan Penyaluran Bansos Digeser
Kemudian, penyaluran beras SPHP Rp 1,5 triliun, penyaluran jagung SPHP Rp 535 miliar, penyaluran kedelai SPHP Rp 637,8 miliar, dan untuk bencana alam dan darurat 1 tahun Rp 37,9 miliar.

