Sistem Kelistrikan Sumbagsel Pulih
PALEMBANG, investortrust.id – PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN berhasil menormalkan kembali 100% gangguan kelistrikan yang terjadi di Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
"Berkat dukungan dan doa dari masyarakat semua, kami bersyukur dapat memulihkan kembali 100% pasokan listrik ke seluruh masyarakat," kata Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, Jumat (7/6/2024).
Setelah dilakukan penelusuran pada jalur transmisi Sumbagsel yang mengalami gangguan sepanjang 621 kilometer sirkuit (kms) dengan 898 tower, terang Gregorius, ditemukan indikasi gangguan yang disebabkan oleh kerusakan penangkal petir (lightning arrester) di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Bangko di Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.
Hal tersebut mengakibatkan terputusnya aliran listrik pada jalur transmisi 275 kiloVolt (kV) dari GITET Muara Bungo Jambi hingga GITET Gumawang Lampung yang menjadi backbone kelistrikan Sumbagsel.
Baca Juga
“Penyebab kerusakan peralatan ini diduga disebabkan oleh meningkatnya intensitas sambaran petir dalam dua bulan terakhir di sekitar lokasi GITET. Intensitas yang tinggi membuat penangkal petir mengalami penurunan fungsi dan membuat sistem proteksi GITET bekerja memutus aliran listrik dan pembangkit yang ada turut padam,” imbuh Gregorius.
Setelah kejadian, lanjut dia, petugas di lapangan langsung melakukan koordinasi dan memprioritaskan penormalan secara bertahap mulai dari sisi pembangkitan, transmisi, distribusi hingga ke seluruh pelanggan.
Pemulihan dilakukan secara bertahap karena sebagian besar pembangkit listrik yang berada di Sumbagsel adalah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Pembangkit tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk startup dan kembali memasok listrik ke sistem Sumatra bagian selatan.
Ke depan, Gregorius mengatakan, untuk memperkuat sistem kelistrikan, PLN telah merencanakan pembangunan jaringan transmisi 500 kV baru di pulau Sumatra.
Rencana tersebut telah dimasukkan dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2024-2033 yang saat ini sedang dibahas bersama Pemerintah.
“Kami akan bangun transmisi 500 kV dari Aceh sampai Lampung yang akan menjadi backbone kelistrikan di Sumatra. Kami juga akan menyambungkan transmisi tersebut dengan kelistrikan di pulau Jawa sehingga listriknya jauh lebih andal,” ungkap Gregorius.
Tidak hanya meningkatkan keandalan, tutup Gregorius, jaringan transmisi tersebut juga akan meningkatkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) yang potensinya banyak terdapat di pulau Sumatra.

