Garuda Indonesia Akan Beri Kompensasi kepada Penumpang Terdampak Insiden
JAKARTA, investortrust.id - PT Garuda Indonesia (Persero) atau Garuda Indonesia menyatakan, insiden percikan api pada pesawat dengan penerbangan rute Makassar-Madinah berdampak pada 100 penerbangan reguler maskapai tersebut hingga Sabtu (25/5/2024). Hal ini karena pesawat dalam insiden tersebut kini dilarang terbang (grounded) dan harus digantikan oleh dua pesawat backup milik Garuda Indonesia.
Atas insiden tersebut, Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menyampaikan, pihaknya akan berikan beberapa kompensasi kepada para penumpang yang penerbangannya terdampak. Salah satunya dengan memberikan pengembalian dana 100% atau full refund.
“Kami sudah sampaikan ke seluruh pengguna penerbangan Garuda Indonesia soal implikasi ini dan memohon maaf. Untuk kami, penerbangan jemaah jadi kewajiban utama dan tentu saja (Garuda Indonesia) mencarikan opsi-opsi bila yang bersangkutan berkeberatan. Artinya kemungkinan untuk full refund tentu saja kita buka,” kata Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VIII DPR tentang penyelenggaraan haji 1445 H/2024 Masehi di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (20/5/2024).
Baca Juga
Bos Garuda Ungkap Pesawat GIA-1105 yang Terbakar Pengaruhi Penerbangan Reguler
Irfan mengatakan, terdapat beragam dampak penerbangan terkait insiden tersebut. Terdapat penerbangan yang jadwalnya mengalami delay (keterlambatan), jadwalnya mengalami percepatan, dan pesawatnya berubah.
Pesawat yang di-grounded tersebut bertipe Boeing 747-400 berkapasitas 450 penumpang. Pesawat tersebut kini diganti dengan dua pesawat berbadan sempit, yakni Boeing 777-300 berkapasitas 368 penumpang dan Airbus 300-200 berkapasitas 242 orang.
Garuda Indonesia menggunakan 18 unit pesawat dalam mengantarkan jemaah haji pada tahun ini. Sebanyak 10 unit pesawat merupakan milik Garuda, sedangkan delapan unit disewa dari luar negeri.
Garuda Indonesia menyewa dua unit Boeing 747-400 dari Aquline Airlines asal Moldova dengan nomor registrasi ER-BOS dan ER-TRV. Pesawat dalam insiden percikan api tersebut memiliki nomor registrasi ER-BOS.
Sebagai catatan, Kementerian Perhubungan menyatakan, Moldova memiliki tingkat kelayakan pesawat terbang sebesar 74,7%. Angka tersebut di atas kelayakan pesawat secara global sebesar 69,02%.
Irfan pun menjelaskan, penerbangan tersebut akhirnya terlambat selama 6 jam dan 14 menit atau kembali terbang dengan menggunakan pesawat berkode ER-RV pukul 21.44 WIta. Sebanyak dua pesawat yang menggantikan ER-BOS mulai digunakan pada penerbangan GIA-1106 dan GIA-1306.
Dijelaskan Irfan dua pesawat berbadan sempit tersebut akan terus digunakan hingga Boeing 747-400 yang sedang berstatus grounded dapat kembali beroperasi.
"Kami fokus untuk memberangkatkan seluruh maskapai secepat mungkin dengan cara apa pun dengan biaya berapa pun. Kami percaya biaya yang kami keluarkan tidak sebanding dengan upaya jemaah yang belasan tahun melunaskan dan belasan tahun menunggu," ujar dia.
Baca Juga
Bos Garuda Indonesia Buka Suara Terkait GA-1105 Makassar–Madinah yang Terbakar
Irfan mengatakan, proses investigasi masih berlangsung. Mesin pesawat tersebut kini masih diperiksa oleh empat pihak, yakni Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia, The National Transportation Safety Board (NTSB) Amerika Serikat, The Boeing Company, dan produsen mesin penerbangan tersebut: Pratt & Whitney Co.
“Pesawat ini (Boeing 747-400) sudah diinspeksi sebelum kita putuskan untuk menjadi bagian penerbangan haji. Ketika berada di Jakarta juga kita lakukan tindakan, sebelum berangkat juga kita periksa normal dan layak terbang. Confirm, kerusakan tidak disebabkan oleh adanya benda atau barang asing yang masuk ke dalam engine. Jadi ini disebabkan (dari) internal engine,” tandas Irfan.

