Berapa Kali Roh Kudus Dicurahkan?
Oleh Primus Dorimulu,
Chief Executive Officer PT Investortrust Indonesia Sejahtera
INVESTORTRUST.ID - Hari ini, Minggu, 19 Mei 2024, umat Kristen merayakan Hari Pentakosta. Hari memperingati peristiwa Yesus Kristus mencurahkan Roh Kudus atas para rasul.
Bukankah orang Kristen yang sudah dibaptis sudah menerima Roh Kudus? Bukankah Roh Kudus ada dalam diri setiap orang yang tulus ikhlas dan selalu berusaha hidup baik menurut firman Tuhan?
Ya, umat yang percaya menerima Roh Kudus ketika dibaptis. Pada Sakraman Pembaptisan, umat yang percaya menerima Roh Kudus dan menjadi anggota Gereja.
Baca Juga
Jokowi Harap Hari Kenaikan Yesus Kristus Jadi Inspirasi Nilai Kasih
Tapi, pada Hari Pentakosta, Roh Kudus datang dengan cara yang tidak biasa dan sangat mengagumkan. Setelah dibaptis, umat yang percaya menerima Sakramen Krisma atau Sakraman Penguatan.
Sebelum naik ke Surga, Yesus berpesan kepada para murid-Nya yang adalah orang Galilea agar tidak keluar dari Jerusalem. Yesus naik ke Surga dari Bukit Zaitun. Dari bukit ini, kita bisa melihat Yerusalem yang megah. Bukit Zaitun dan Yerusalem hanya dibatasi Lembah Kidron. Di lembah ini ada Taman Getsemani dan Kolam Siloam.
Yerusalem adalah wilayah Yudea. Dalam sejarah Israel seperti tertulis di Perjanjian Lama, tak ada Nabi datang dari Galilea, melainkan hanya dari Yudea. Danau Genezaret, kota Nazareth, dan kota Kana ada di wilayah Galilea. Jadi, para rasul sejak Yesus naik ke Surga tetap berdiam di Yerusalem. Roh Kudus yang dicurahkan pada Hari Pentakosta membuat mereka memiliki keberanian, kekuatan, pencurahan, dan bekerja dengan sukacita.
Berikut ini adalah janji Yesus akan datangnya Roh Kudus. Roh Kudus adalah Roh Bapa dan Roh Putra (Yesus). Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah satu dalam hakikat, berbeda dalam pribadi. Inilah Tritunggal, sebuah core believe atau inti iman orang Kristen.
“Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi, kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas: 24:49). Yang dimaksudkan dengan kota ini adalah Yerusalem.
“Aku akan minta kepada Bapa dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu." (Yohanes 14:16-17). Penolong yang lain adalah Roh Kudus.
“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu." ( Yohanes 16:7). Roh Kudus adalah Roh Allah.
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya, adalah Aku punya; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku." (Yohanes 16:13-15).
Sebuah penegasan tentang Tritunggal. Tiga tapi satu.
Maka kata Yesus sekali lagi, "Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu." Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata, "Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada." (Yohanes 20:21-23).
Dengan dasar iman ini, para rasul berkumpul di Yerusalem para Hari Pentakosta. Dikutip dari Katolisitas, perayaan Pentekosta, menurut adat Yahudi, dirayakan 50 hari setelah Paskah Yahudi. Paskah Yahudi adalah peringatan akan pembebasan bangsa Israel dari negeri Mesir, dari penindasan Firaun.
Menurut tradisi Yahudi, Pentakosta adalah hari untuk memperingati ‘pemberian hukum Taurat (termasuk Kesepuluh perintah Allah)’ yang terjadi di Gunung Sinai. Dalam Perjanjian Lama, Israel ‘lahir’ sebagai bangsa pilihan Allah setelah melalui pembebasan dari tanah Mesir, dan mencapai puncaknya pada pemberian hukum Taurat.
Sedang dalam Perjanjian Baru, Pentakosta adalah perayaan puncak di mana Gereja resmi ‘lahir’ sebagai bangsa pilihan Allah yang baru. Walaupun Gereja sudah mulai terbentuk di Golgota, dan pada Minggu Paska, penyempurnaan adalah pada Hari Pentakosta ketika Roh Kudus dicurahkan.
Jika dalam Perjanjian Lama yang diberikan pada hari Pentakosta adalah hukum Taurat, yang tertera di dua loh batu, pada Perjanjian Baru, yang diberikan pada hari Pentakosta adalah hukum Kasih yang tertulis di dalam hati umat-Nya oleh karunia Roh Kudus.
Yesus menyertai murid-murid-Nya selama 40 hari, sebelum naik ke surga, juga untuk memberikan bukti-bukti yang cukup bahwa Ia bangkit dari kematian, dengan beberapa penampakan di hadapan para murid-Nya yang memperlihatkan kebangkitan tubuh-Nya yang mulia. Yesus harus naik ke surga, sebelum pencurahan Roh Kudus kepada para Rasul, karena Roh Kudus diutus tidak hanya oleh Allah Bapa, tetapi oleh Allah Bapa bersama Yesus Allah Putera. Penegasan akan Tritunggal atau Trinitas.
Simaklah Kisah Para Rasul, peristiwa Pentakosta nan dahsyatberikut ini.
"2:1 Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
2:2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk;
2:3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing.
2:4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.
2:5 Waktu itu, di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit.
2:6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri.
2:7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea?
2:8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita:
2:9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia,
2:10 Frigia dan Pamfilia,Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
2:11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah." (Kisah Para Rasul 2:1-11)
Begitu dahsyatnya pencurahan Roh Kudus pada Hari Pantekosta. Yang hadir adalah orang dari berbagai suku bangsa. Mereka mendengar para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka masing-masing. Padahal, para rasul yang adalah orang Galilea bukan orang yang berpendidikan tinggi.
Para hadirin adalah orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, Frigia dan Pamfilia,Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab. Tapi, merekamendengar para rasul berkata-kata dalam bahasa mereka tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.
Oleh para Bapa Gereja, Roh Kudus yang diutus Yesus membuat umat mengalami apa yang disebut “Recipere Deum atau Capax Dei”, artinya menerima Allah dan diberi kemampuan untuk melakukan karya-karya Allah.
Paus Fransiskus pada homili Pentakosta 2015 menjelaskan, bahwa Roh Kudus memberi kita kemampuan itu dengan tiga cara, yaitu membimbing kita pada seluruh kebenaran (Yohanes 16:13), memperbarui muka bumi (Mazmur 103:30), dan memberi kita buah-buah-Nya (Galatia 5:22-23).
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran, sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang." (Yohanes 16:13)
“Jikalau Engkau menyuruhkan Roh-Mu, maka seolah-olah ia dijadikan semula, dan Engkaupun membaharui rupa bumi.” (Mazmur 103:30)
Roh Kudus membaharui muka bumi, karena Ia adalah Roh yang sama yang telah memberikan hidup kepada semua makhluk ciptaan. Dengan pembaruan ini, kita umat manusia diingatkan untuk menghargai semua ciptaan Tuhan. Sebab Allah telah menempatkan kita manusia, dalam sebuah “taman” di mana kita hidup, bukan untuk dieksploitasi dan dirusak, tetapi untuk dijadikan subur dan dikelola dengan baik. ( Kejadian 2:15).
“Tetapi buah Roh ialah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu." (Galatia: 5:22-23)
Roh Kudus akan hadir dan berdiam di dalam diri kıta, umat yang percaya jikakita tidak menutup diri, melainkan bersedia membuka diri untuk dipenuhi dengan Roh Kudus.Kita memerlukan Roh Kudus untuk dapat menjadi orang-orang yang mampu mewujudkan iman, harap, kasih, dalam tindakan nyata. Dunia sekitar kita membutuhkan buah-buah Roh Kudus, “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan pengendalian diri”.
Sebelum Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan atas mereka, para rasul sangat ketakutan. Mereka tinggal di rumah. Tidak berani bersosialisasi. Mereka takut pada para ahli Taurat dan petinggi agama Yahudi yang sangat membenci Yesus.
Roh Kudus membuat mereka berani. “Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang dijanjikan Bapa-Ku. Tetapi, kamu harus tinggal di dalam kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat tinggi." (Lukas: 24:49).
Setelah menerima pencurahan Roh Kudus, para rasul memiliki keberanian yang luar biasa dalam mewartakan Yesus. Para pengikut Yesus seperti Paulus dan Nikodemus juga memiliki keberanian mewartakan Yesus. “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.” (Matius 28:19).
Pentakosta memperingati turunnya Roh Kudus atas para rasul dan ada baiknya kita merenungkan tujuh karunia Roh Kudus yang disebutkan dalam Yesaya 11:2-3, yakni Roh (1) kebijaksanaan, (2) pengertian, (3) nasihat, (4) keperkasaan, (5) kesalehan, (6) pengenalan akan Tuhan, dan (7) takut akan Tuhan”.
Baca Juga
Natal Bersama BUMN, Menag Yaqut: Siapa pun yang Merusak Keindonesiaan Harus Dilawan Bersama
Doa Mohon Tujuh Karunia Roh Kudus
Datanglah, ya Roh Hikmat, turunlah atas diri kami, ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi.
Semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.
Datanglah, ya Roh Pengertian, turunlah atas diri kami.
Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.
Datanglah, ya Roh Nasihat, dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini.
Semoga kami melakukan yang baik dan menjauhi yang jahat.
Datanglah, ya Roh Keperkasaan, kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita.
Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.
Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah. Ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja.
Bimbinglah kami agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemulian-Mu.
Datanglah, ya Roh Kesalehan, bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang tahu berterima kasih atas segala kebaikan-Mu dan berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.
Datanglah, ya Roh Takut akan Allah, ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu. Amin. (Puji Syukur, No 93).
Doa Mohon Hati yang Baru
“Datanglah Roh Kudus, penuhilah hati umat-Mu dan nyalakanlah di dalamnya api cinta-Mu.Utuslah Roh-Mu dan semuanya akan dijadikan baru.Dan Engkau akan membaharui muka bumi.Ya, Allah, yang dengan terang Roh Kudus, telah mengajar hati umat-Mu,berilah agar dengan Roh Kudus yang sama, kami dapat menjadi benar-benar bijaksana, dansenantiasa menikmati penghiburan-Nya, melalui Kristus Tuhan kami. Amin.”
Selamat Hari Raya Pentakosta.
Jakarta, Minggu Pantekosta, 19 Mei 2024

