Nojorono Kudus Bidik Inovasi Produk di 2024
PT Nojorono Tobacco International (Nojorono Kudus) optimis pada peluang pertumbuhan, meski secara keseluruhan pasar Industri Hasil Tembakau (IHT) tahun ini diproyeksikan akan menghadapi tantangan dan perubahan baik dari segi regulasi, kenaikan cukai, maupun dinamika pasar.
“Kami tetap melihat adanya peluang pertumbuhan dan ekspansi. Nojorono Kudus tetap akan melakukan inovasi produk dalam beberapa kategori sigaret, terutama untuk Sigaret Kretek Tangan (SKT) dan Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang mengikuti selera juga kebutuhan pasar di pertengahan tahun 2024,” ujar Direktur PT Nojorono Tobacco International, Arief Goenadibrata, Selasa (7/5/2024).
Arief mengatakan, salah satu tantangan yang dihadapi tahun ini adalah adanya kenaikan cukai hasil tembakau (CHT). Hal itu sebagai upaya pemerintah dalam upaya mengurangi dampak buruk merokok bagi kesehatan masyarakat dan meningkatkan penerimaan negara.
Baca Juga
Cukai Minuman Berpemanis, Pengusaha Terpaksa Naikkan Harga Produk
Penyesuaian cukai terjadi di setiap kategori rokok secara merata. Hanya saja, kenaikan cukai yang lebih rendah terjadi pada kategori SKT, didasarkan pada pertimbangan bahwa SKT masuk dalam sektor padat karya.
Menyoroti kebijakan tersebut, Arief menegaskan bahwa Nojorono Kudus selaku pelaku IHT turut mematuhi setiap peraturan yang ditetapkan negara.
Baca Juga
Cukai Hasil Tembakau Rp 179,98 Triliun, Kemenko Perekonomian: Masih di Bawah Target!
Perusahaan Nojorono Kudus didirikan oleh Ko Djee Siong dan Tan Djing Thay, berawal dari ide mertuanya Tjoa Kang Hay. Perusahaan dikukuhkan pada 14 Oktober 1932 dan berpusat di Kota Kudus, Jawa Tengah. Saat ini, PT Nojorono Tobacco International termasuk dalam kategori industri sigaret lima besar di Indonesia.
PT Nojorono Tobacco International dikenal sebagai pemilik merek dagang Minak Djinggo yang diluncurkan tahun 1932. Minak Djinggo merupakan pelopor inovasi sigaret kretek tangan (SKT). Terobosan berikut dari perusahaan adalah diluncurkannya Clas Mild, produk LTLN (Low Tar Low Nicotine) di tahun 2003.

