Kemenhub Duga Rem Blong Jadi Penyebab Kecelakaan Maut di Ciater Subang
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menduga bus Trans Putera Fajar mengalami rem blong hingga mengalami kecelakaan dan terguling di kawasan Ciater, Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024). Dalam kecelakaan itu, sebanyak sembilan orang dikabarkan meninggal dunia dan 20 orang lainnya terluka.
"Kecelakaan tersebut diduga karena adanya rem blong pada bus," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kemenhub, Aznal dalam keterangannya, Sabtu (11/5/2024) malam.
Baca Juga
Dirut RSUD Subang Ungkap 9 Orang Meninggal dalam Kecelakaan Maut di Ciater
Dikatakan, kecelakaan ini terjadi di jalan raya di Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Subang sekitar pukul 18.45 WIB. Kecelakaan bermula saat bus Trans Putera Fajar yang mengangkut rombongan siswa SMK Lingga Kencana, Depok, Jawa Barat sedang melintas dari Bandung menuju Subang. Bus tiba-tiba oleng ke arah kanan serta menabrak sepeda motor yang berada di jalur berlawanan dan bahu jalan.
"Sehingga bus terguling," katanya.
Kemenhub belum dapat memastikan jumlah korban jiwa dan luka akibat kecelakaan ini karena masih dalam proses evakuasi. Para korban dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, seperti RSUD Ciereng, RS Hamori, Puskesmas Jalancagak, dan Puskesmas Palasari.
"Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan turut prihatin dan berduka cita atas kecelakaan Bus Trans Putera Fajar di Ciater, Subang, Jawa Barat pada Sabtu (11/5/2024)," ucapnya
Saat ini, katanya, Ditjen Hubdat telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk terus melakukan investigasi mendalam terkait kecelakaan tersebut. Berdasarkan aplikasi Mitra Darat, bus Trans Putera Fajar yang mengalami kecelakaan tercatat tidak memiliki izin angkutan.
"Dan status lulus uji berkala telah kedaluwarsa sejak 6 Desember 2023," katanya.
Ditjen Hubdat Kemenhub mengimbau kepada seluruh perusahaan otobus (PO) dan pengemudi untuk memeriksa secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan serta rutin melakukan uji berkala kendaraan. Di samping itu, Kemenhub juga mengimbau seluruh masyarakat yang menggunakan angkutan umum bus dapat memeriksa kelayakan kendaraan sebelum keberangkatan pada aplikasi Mitra Darat yang dapat diunduh pada smartphone.
Sebelumnya, Direktur Utama (Dirut) RSUD Subang, Ahmad Nasuhi menyebut terdapat sembilan jenazah yang akan diterima RSUD Subang dari lokasi kejadian.
"Akan dikirim sembilan jenazah dari lokasi kejadian," kata Ahmad Nasuhi dikutip dari Viva.co.id, Sabtu (11/5/2024).
Sementara 20 korban lainnya dilaporkan luka ringan dan telah dilarikan ke puskesmas dekat lokasi kejadian.
Baca Juga
Diberitakan, sebuah bus yang mengangkut puluhan siswa SMK Kencana Lingga, Depok yang tengah dalam perjalanan seusai menggelar perpisahan, terguling di Lembah Sarimas, kawasan Ciater, Subang, Sabtu (11/5/2024).
Dalam video yang tersebar di media sosial, tampak para korban bergeletakan di luar bus. Bahkan beberapa di antaranya masih tampak terhimpit badan bus yang terguling. Dari cuplikan gambar video yang tersebar, dan kondisi para korban yang masih terhimpit, dipastikan terdapat korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.

