Cegah Hacker, Kemenkominfo Gandeng BSSN di World Water Forum
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menjamin keamanan siber seluruh pihak yang berpartisipasi dalam World Water Forum (WWF) ke-10 mendatang.
Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemekominfo Usman Kansong mengatakan pihaknya sudah bekerjasama dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Pusat Data dan Sarana Informatika Kemenkominfo (PDSI) untuk mengamankan gelaran tersebut dari ancaman serangan siber.
Pemerintah belajar banyak dari Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 15-16 November 2022 lalu. Kala itu, diketahui ada hacker atau peretas yang mencoba untuk menembus situs acara dengan motif sekadar mencari eksistensi.
“Semua motif kami antisipasi dengan BSSN dan PDSI,” katanya dalam sebuah diskusi bersama awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (4/5/2024).
Lebih lanjut, Usman menyebut pihaknya tidak hanya mengamankan situs utama WWF ke-10 yang dimiliki oleh World Water Council. Pihaknya juga memberikan perhatian khusus pada subdomain yang disiapkan untuk data pribadi peserta dan wartawan di gelaran tersebut.
Baca Juga
Desa Jatiluwih Siap Pamer Potensi ke Delegasi World Water Forum Ke-10
"Semua kita lindungi, kita proteksi dengan bekerja sama dengan BSSN dan PDSI, termasuk data para peserta," ungkapnya.
Secara keseluruhan, persiapan acara yang akan digelar pada 18-25 Mei 2024 menurut Usman sudah mencapai 60%. Persiapan yang dimaksud meliputi infrastruktur pendukung di tempat digelarnya acara seperti jaringan telekomunikasi dan pusat media (media center).
“Nanti akan kita kebut sampai dua pekan ke depan sampai 100%,” tegasnya.
Persiapan lainnya selain infrastruktur adalah menyiapkan materi yang akan didiskusikan di WWF ke-10 dengan World Water Council (WWC). Demikian halnya dengan undangan kepala negara, mantan kepala negara, dan organisasi internasional yang akan hadir dalam acara tersebut.
"Akan kita update, secara formal dan informal sudah konfirmasi akan hadir. datanya kita minta dulu ke Kemlu (Kementerian Luar Negeri) karena mereka yang urus," kata Usman.
World Water Forum ke-10 yang berlangsung di Bali pada 18-25 Mei 2024 mengangkat tema "Water for Shared Prosperity".
Forum ini akan menghadirkan 290 sesi atau acara paralel yang membahas berbagai tema krusial terkait air, yakni keamanan air dan kemakmuran; air untuk manusia dan alam; pengurangan dan pengelolaan risiko bencana; tata kelola, kerja sama, dan diplomasi air; pembiayaan air berkelanjutan, serta pengetahuan dan inovasi.
Diperkirakan akan ada sekitar 30.000 peserta dari 172 negara yang hadir dalam forum ini, termasuk sejumlah kepala negara.
Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dan komitmen baru untuk mencapai pengelolaan air yang berkelanjutan dan adil.

