Jelang World Water Forum ke-10, Kemenkominfo Jamin Tidak Ada Kabel Telekomunikasi Semrawut
JAKARTA, investortrust.id - Menjelang digelarnya World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berencana menata ulang kabel jaringan telekomunikasi yang semrawut di sekitar lokasi gelaran tersebut berlangsung.
Direktur Jenderal (Dirjen) Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kemenkominfo Usman Kansong menyebut penataan kabel jaringan telekomunikasi merupakan bagian dari penataan infrastruktur di sekitar Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua. Penataan juga akan dilakukan di sekitar Jatiluwih yang bakal dikunjungi peserta WWF ke-10.
“Penataan infrastruktur akan dilakukan kalau bisa kabel-kabel itu nggak menjuntai, sudah koordinasi dengan hotel, restaurant, di sekitar Jatiluwih yang akan menjadi [lokasi] kunjungan," katanya dalam sebuah diskusi bersama awak media di kantor Kemenkominfo, Jakarta Pusat, Jumat (3/5/2024).
Baca Juga
Starlink Dituding Ancam Kedaulatan Negara, Kemenkominfo Beri Klarifikasi
Usman mengungkapkan, untuk infrastruktur telekomunikasi yang perlu dilakukan sejauh ini adalah penataan kabel. Adapun, untuk kesiapan jaringan menurutnya sudah cukup baik mengingat ini bukan kali pertama acara pertemuan akbar bertaraf internasional berlangsung di Bali.
Secara keseluruhan, persiapan acara yang akan digelar pada 18-25 Mei 2024 menurut Usman sudah mencapai 60%. Persiapan yang dimaksud meliputi infrastruktur pendukung di tempat digelarnya acara seperti jaringan telekomunikasi dan pusat media (media center).
“Nanti akan kita kebut sampai dua pekan ke depan sampai 100%,” tegasnya.
Baca Juga
Bos XL Axiata Sambangi Menkominfo, Bahas Rencana Merger dan Isu-Isu Krusial
Persiapan lainnya selain infrastruktur adalah menyiapkan materi yang akan didiskusikan di WWF ke-10 dengan World Water Council (WWC). Demikian halnya dengan undangan kepala negara, mantan kepala negara, dan organisasi internasional yang akan hadir dalam acara tersebut.
"Akan kita update, secara formal dan informal sudah konfirmasi akan hadir. datanya kita minta dulu ke Kemlu [Kementerian Luar Negeri] karena mereka yang urus," kata Usman.
World Water Forum ke-10 yang berlangsung di Bali pada 18-25 Mei 2024 mengangkat tema "Water for Shared Prosperity".
Forum ini akan menghadirkan 290 sesi atau acara paralel yang membahas berbagai tema krusial terkait air, yakni keamanan air dan kemakmuran; air untuk manusia dan alam; pengurangan dan pengelolaan risiko bencana; tata kelola, kerja sama, dan diplomasi air; pembiayaan air berkelanjutan, serta pengetahuan dan inovasi.
Diperkirakan akan ada sekitar 30.000 peserta dari 172 negara yang hadir dalam forum ini, termasuk sejumlah kepala negara.
Forum ini diharapkan dapat menghasilkan solusi dan komitmen baru untuk mencapai pengelolaan air yang berkelanjutan dan adil.

