KA Pandalungan Anjlok di Tanggulangin Januari Lalu, Ini Kata KNKT
JAKARTA, Investortrust.id - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memaparkan sejumlah temuan dari investigasi lapangan di Stasiun Tanggulangin, Daop 8 Surabaya.
Plt. Kasubkom IK Perkeretaapian KNKT, Gusnaedi Rachmanas menyatakan, saat emplasemen dilewati Kereta Api 75A (KA Pandalungan), lidah kanan wesel 1 Stasiun Tanggulangin dalam keadaan tidak terkunci karena patahnya lockbox pada wesel 1.
“Patahnya lockbox pada wesel 1 sebelah kanan stasiun Tanggulangin mengakibatkan handel sinyal masuk tidak dapat ditarik untuk memberikan indikasi ‘aman’. Dari pengamatan komponen lockbox yang patah, diketahui patahnya itu akibat dari defleksi arah vertikal pada jalan rel (emplasemen),” papar Gusnaedi di Aula KNKT, Jakarta Pusat, Jumat (16/2/2024).
Baca Juga
Masih Ingat Peristiwa Kecelakaan KA Argosemeru? Ini Kronologinya
Dia menambahkan, adanya complecancy atau ‘kepuasan’ pada kedudukan wesel tersebut mengakibatkan penafsiran 'berbeda' di Pengatur Perjalanan Kereta Api (PPKA) Stasiun Tanggulangin.
“PPKA stasiun Tanggulangin merasa YAKIN bahwa wesel 1 dalam kondisi baik karena telah dilalui oleh KA sebelumnya dan telah meyakinkan bahwa wesel tersebut telah mengarah ke jalur II dengan melihat posisi handel wesel,” ujar Gusnaedi.
Seperti diberitakan, KA Pandalungan relasi Gambir-Surabaya-Jember mengalami anjlok di Desa Tanggulangin, Sidoarjobeberapa ratus meter dari Stasiun Tanggulangin pada Minggu (14/1/2024). Disampaikan VP Public Relations KAI Joni Martinus saat itu, semua penumpang bisa dievakuasi, dan tidak ada korban jiwa.

