Hati-Hati, Marak Penipuan Surat Jaminan Mengatasnamakan Bukalapak
JAKARTA, investrotrust.id - Baru-baru ini, viral di media sosial dugaan penipuan melalui program komisi belanja, afiliasi keanggotaan, dan modus lainnya yang mengatasnamakan platform lokapasar atau marketplace Bukalapak.
Terkait dengan hal tersebut, Assistant Vice President (AVP) of Media & Communication Bukalapak Fairuza Ahmad Iqbal menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah membuat program tersebut. Termasuk penggunaan surat jaminan program maupun keterangan yang diterbitkan seolah-olah oleh manajemen Bukalapak.
"Bukalapak mengimbau seluruh pengguna ataupun masyarakat untuk berhati-hati dengan modus kejahatan siber oleh oknum-oknum yang mengatasnamakan Bukalapak dan afiliasinya, termasuk oknum yang menggunakan surat yang terlihat resmi dari perusahaan," ujar Fairuza melalui keterangan resmi, dikutip Jumat (3/5/2024)
Baca Juga
EBITDA Disesuaikan Jadi Positif, Prospek Saham Bukalapak (BUKA) kian Menjanjikan
Fairuza meminta pengguna Bukalapak atau masyarakat untuk melaporkan informasi yang mencurigakan dan mengatasnamakan Bukalapak. Laporan dapat disampaikan melalui layanan BukaBantuan via Live Chat melalui aplikasi Bukalapak atau melalui tautan bl.id/bukabantuan,
"Semua informasi yang berkaitan dengan promo dan program Bukalapak hanya disampaikan melalui akun resmi Instagram Bukalapak di @bukalapak. Untuk informasi lebih lanjut terkait Bukabantuan dan tips keamanan siber lainnya, kunjungi Instagram @BukaBantuan," tuturnya.
Terkait dengan penipuan di platform dagang el (e-commerce), termasuk platform lokapasar, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mencatat sepanjang 2023 aduan terkait platform dagang el mencapai 13,1% dari total 943 aduan. Dari keseluruhan aduan terkait platform dagang el persentase laporan penipuan atau pembobolan akun mencapai 14,1 %.
Sementara itu, menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), terdapat 1.730 konten penipuan daring selama Agustus 2018 hingga 16 Februari 2023. Kerugian akibat penipuan daring di Indonesia mencapai Rp18,7 triliun pada 2017-2021.

