Pantau Pemilu Indonesia, Perwakilan Nepal: Semuanya Diatur dengan Baik
TANGERANG SELATAN, investorttrust.id - Pemilihan umum (pemilu) 2024 di Indonesia menjadi sorotan negara-negara asing. Juru bicara dan sekretaris Komisi Pemilihan Umum Nepal Shaligram Sharma Paudel mengatakan, manajemen pemilihan umum RI baik dan tertata rapi.
"Saya menemukan manajemen pemilihan umum yang tertata rapi. (Petugas) bekerja dengan sigap dan sangat memperhitungkan kecepatan," kata Sharma di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/02/2024).
Selain itu, dia melihat semangat para penyelenggara di lapangan. Sharma mengatakan kunjungan pemantauan pemilu ini menjadi yang pertama baginya.
Baca Juga
Menilik Pemungutan Suara di Pesantren Putri Takhasus IIQI Jakarta
Jika dibandingkan dengan Nepal, kata Sharma, ada perbedaan yang mencolok dari sistem pemilu yang digelar. Sharma mengatakan, Nepal menggunakan pemilihan umum yang berlapis di tiga tingkatan.
“Di negara kami, pemilihan umum digelar terpisah. Ada untuk level provinsi, untuk level kota, dan untuk level perdesaan,” kata dia.
Cara ini mungkin tidak bisa diterapkan di Indonesia, karena akan meningkatkan biaya logistik. Bagi dia, cara pemilu di Indonesia yang digelar serempak untuk memilih anggota DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Provinsi, DPD, DPR RI, dan presiden mungkin terkesan rumit, tapi bisa jadi lebih murah.
“Cara ini mungkin kompleks, tapi lebih murah,” kata dia.
LSM hingga Kedutaan Besar
Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mochammad Afifuddin mengatakan, para warga negara asing (WNA) memantau proses pemilu dari pencoblosan hingga penghitungan. Para WNA yang datang memantau ini berasal dari KPU negara lain, LSM, kedutaan besar, serta beberapa tamu undangan.
“Ini cara kita menunjukkan ke dunia. Ini praktik pemilu di Indonesia, agar dunia tahu negara demokrasi terbesar ketiga seperti Indonesia cara pemilunya sangat transparan,” kata Afifuddin, di Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (14/02/2024).
Baca Juga

