Groundbreaking Pelabuhan Anggrek, Gobel: Awal Kebangkitan Gorontalo
GORONTALO UTARA, investortrust.id – Wakil Ketua DPR bidang Koordinator Industri dan Pembangunan (Korinbang) Rachmat Gobel mengatakan, pembangunan dan perluasan Pelabuhan Internasional Anggrek menjadi awal kebangkitan Gorontalo. Hal itu dikatakan Gobel dalam peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan dan perluasan Pelabuhan Internasional Anggrek di Kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Sabtu (10/2/2024).
"Hari ini akan menjadi awal kebangkitan Gorontalo menuju provinsi yang maju, sejahtera, adil, dan makmur,” kata Gobel dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (11/2/2024).
Baca Juga
Selain Gobel, groundbreaking pembangunan dan perluasan Pelabuhan Internasional Anggrek ini turut dihadiri Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya, Kapolda Gorontalo Irjen Pol Angesta Romano Yoyol, Danrem Nani Wartabone Brigjen TNI Totok Sulistyono, dan Kepala Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Takehiro Yashui. Hadir pula dari perwakilan kejaksaan tinggi, komandan pangkalan angkatan laut, staf ahli menhub, dan para pejabat lainnya.
Konsorsium PT Anggrek Internasional Terminal (AGIT) memenangkan tender pengelolaan Pelabuhan Anggrek menjadi pelabuhan internasional dalam bentuk kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU) pada 18 Juni 2021. Dirut PT AGIT, Hiramsyah S Thaib menjelaskan proses pengalihan pengelolaan pelabuhan dari Kemenhub sudah dilakukan pada 2021. Namun, analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) untuk pembangunan perluasan pelabuhan baru keluar pada November 2023.
Akibat lamanya proses amdal sempat muncul tuduhan bahwa proyek tersebut sebagai proyek bodong.
“Peletakan batu pertama ini merupakan jawaban terhadap tuduhan tersebut,” kata Gobel.
Gobel yang turut mendorong pengesahan UU Cipta Kerja heran lamanya proses perizinan hingga memakan waktu dua tahun. Ternyata kehadiran UU tersebut tetap tak efektif.
Gobel mengatakan, Pelabuhan Anggrek merupakan infrastruktur strategis karena akan menggerakkan ekonomi Gorontalo, apalagi bakal diikuti dengan pembangunan kawasan ekonomi khusus pangan.
Keberadaan pelabuhan yang dekat dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), menjadikan Gorontalo sebagak pemasok kebutuhan pangan di ibu kota negara yang baru tersebut. Dengan tanah yang subur, Gorontalo juga memiliki potensi pertanian dan perkebunan. Pariwisata dan beragam usaha, katanya, juga akan berkembang pesat.
“Potret Gorontalo akan berubah dari potret kemiskinan menjadi potret yang penuh senyum. Pelabuhan ini akan menjadi lokomotif ekonomi Gorontalo dalam mengentaskan kemiskinan. Karena itu saya menyebutnya sebagai awal kebangkitan Gorontalo,” katanya.
Gobel mengatakan, tidak boleh lagi ada pengangguran di Gorontalo.
“Kita jangan mewariskan kemiskinan kepada anak-cucu kita. Anak-anak muda harus disediakan lapangan kerja. Solusi mengatasi kemiskinan bukan dengan bansos atau pembagian sembako tetapi dengan memberikan pekerjaan dan peluang berusaha kepada masyarakat,” katanya.
Takehiro Yashui, mengatakan Pelabuhan Anggrek akan menjadi pelabuhan internasional utama di Indonesia. Hal ini mengingat Pelabuhan Anggrek memiliki posisi yang strategis.
"Dekat dengan Filipina, IKN, dan Vietnam. Ini baik di masa depan,” katanya.
Baca Juga
Gorontalo, katanya, akan berkembang pesat dengan lahirnya lapangan kerja yang besar dan naiknya pendapatan masyarakat. Takehiro Yashui pun mengutip data BPS yang menyebut Gorontal sebagai provinsi kelima termiskin di Indonesia.
Ismail Pakaya menyampaikan pelabuhan ini lebih dekat ke IKN sehingga akan menguntungkan Gorontalo.
“Bisa menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat Gorontalo. Tadi disebutkan oleh JICA sebagai provinsi termiskin kelima. Malu juga,” katanya.

