Kawasan Industri Anggrek jadi Pusat Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Gorontalo
GORONTALO, Investortrust.id - Berdasarkan data Bank Indonesia, Pertumbuhan ekonomi Gorontalo sebesar 4,09% (yoy) masih di bawah pertumbuhan ekonomi di kawasan Sulawesi, Lampung, dan Papua yang mencapai 6,79% (yoy), serta di bawah pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01% (yoy). Hal ini menyoroti perlunya upaya pengembangan yang lebih terfokus di daerah ini.
Dalam menjawab tantangan tersebut, PT Anggrek Gorontalo Terminal International (AGIT) berkomitmen untuk memberikan kontribusi yang signifikan pada pembangunan ekonomi daerah Gorontalo. Selain Pelabuhan Anggrek, juga akan dibangun Kawasan Industri yang direncanakan untuk menjadi pusat pengumpulan sumber daya pertanian dan perikanan dari kawasan Indonesia Timur.
Wilayah Kawasan Industri Anggrek juga akan menjadi pusat pengolahan dan kemasan untuk produk pertanian dan perikanan yang akan diekspor ke berbagai negara di kawasan Asia Timur seperti Jepang dan Korea Selatan. Proyek ini diharapkan akan meningkatkan nilai investasi lebih dari IDR 835 triliun, menggerakkan 140.000 TEUs logistik, memperkuat industri di luar Pulau Jawa, dan menciptakan lebih dari 200.000 lapangan kerja di wilayah tersebut.
“Pelabuhan Anggrek adalah harapan bagi pertumbuhan ekonomi daerah Gorontalo. Hal Ini sejalan dengan 'Visi 2051 yang memvisualisasikan Gorontalo sebagai pusat ekonomi yang berkembang pesat. Melalui pembangunan Pelabuhan Gorontalo ini, dalam beberapa tahun kedepan kami menargetkan Gorontalo dari provinsi termiskin ke-5 menjadi provinsi termakmur ke-5 di Indonesia, ungkap Chairman dan Shareholder Gobel Group Rachmat Gobel. Gobel Group merupakan pemegang saham mayoritas di PT AGIT

