Gobel Ajak Perantau Gorontalo Bangun Kampung Halaman
KENDARI, investortrust.id – Wakil Ketua DPR RI Bidang Korinbang Rachmat Gobel mengajak para perantau Gorontalo dan keturunannya membangun kampung halaman. Gobel merupakan putra daerah Gorontalo.
“Mari kita majukan tanah leluhur kita, yang saat ini masih menjadi provinsi termiskin kelima di Indonesia. Cita-cita menjadikan Gorontalo sebagai provinsi adalah untuk memajukan Gorontalo dan menyejahterakan warganya. Tapi, hingga kini belum tercapai,” katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (30/07/2023).
Hal itu ia sampaikan saat mengadakan dialog dengan warga Gorontalo yang menjadi perantau di Sulawesi Tenggara. Sebagai putra Gorontalo dan wakil rakyat dari Gorontalo, Gobel bersilaturahim dengan masyarakat yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG) tersebut.
Paguyuban itu diketuai Ratna Ningsih Lunetu. Pertemuan yang diadakan di Hotel Claro, Kendari, itu berlangsung santai. Pertemuan yang dikemas dengan makan malam bersama ini diakhiri dengan foto bersama.
Banyak Perantau Gorontalo
Jumlah perantau Gorontalo tergolong besar. Walau belum ada data resmi, namun jumlah perantau Gorontalo diperkirakan lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk Gorontalo yang menetap di kampung halamannya. Mereka ini sudah menetap menjadi warga di tempat perantauannya.
Ningsih adalah pensiunan pegawai negeri di Kendari. “Yang datang di sini umumnya adalah pegawai negeri. Namun ada juga yang pedagang,” katanya.
Ia mengatakan, perantau Gorontalo tetap menjaga ikatan dengan kampung halaman dan menjaga tradisi Gorontalo. Saat menikahkan anak, mereka menggunakan tradisi Gorontalo.
“Kami juga menampilkan kesenian Gorontalo. Yang paling kuat adalah menjaga kuliner Gorontalo yang sangat enak, seperti ikan payangga dan ikan nike. Kelezatan kuliner tumis kangkung Gorontalo pun berbeda dengan tumis kangkung daerah lain,” katanya.
Namun demikian, Ningsih mengaku sedih dengan kabar angka bunuh diri di Gorontalo yang terus meningkat. Hal ini antara lain ada masalah tingkat kemiskinan tinggi dan lapangan kerja serta lapangan usaha terbatas.
“Jadi, benar seperti yang disampaikan Pak Rachmat Gobel. Soal kemiskinan harus segera diselesaikan,” katanya.
Menanggapi hal itu, Gobel mengatakan, masalah bunuh diri harus menjadi perhatian semua pihak. Pertama-tama, harus membangun harapan pada masyarakat tentang kepastian terhadap masa depannya.
“Di sini ada faktor kepemimpinan dan visi tentang masa depan Gorontalo. Ini yang menjadi masalah pokok Gorontalo,” katanya.
Bangun Pelabuhan
Pada kesempatan itu Gobel mengemukakan tentang gagasannya yang ia sebut sebagai Visi 2051. Pembangunan harus ditingkatkan.
“Kita harus membangun peradaban baru Gorontalo. Salah satu bentuknya, membangun pelabuhan Anggrek di Gorontalo Utara sebagai pelabuhan internasional. Pelabuhan ini akan diintegrasikan dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Pangan. Ada investasi yang besar, sekitar Rp 1,5 triliun dan dalam 30 tahun akan menampung 100 ribu tenaga kerja,” katanya.
Dua program tersebut, kata Gobel, akan ditopang oleh pembangunan pertanian, pembangunan kelautan dan perikanan, pengembangan UMKM, pengembangan pariwisata, dan pembangunan koperasi. Semuanya terjalin dalam suatu ekosistem yang saling terkait dan saling menopang.
Sebagai wakil rakyat, katanya, ia juga telah mengembangkan sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru melalui pembangunan kawasan wisata Tamendao, Danau Perintis, dan permukiman suku laut Bajo di Torosiaje. “Konsepnya wisata, namun pendorongnya adalah ekonomi UMKM. Di sini tercipta lapangan kerja, lapangan usaha, dan sekaligus menghibur warga. Karena itu, di tempat-tempat itu ada festival. Di Tamendao ada festival ikan tuna, di Danau Perintis ada festival UMKM milenial. Nanti, kita terus perbanyak festival agar ada promosi dan keramaian sekaligus,” katanya.
Gobel berharap para perantau bisa ikut berkontribusi dalam memajukan Gorontalo dan menyejahterakan warga Gorontalo. Basis pertama, lanjut dia, adalah pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. (pd)

