LP3ES Ungkap Ada Upaya Manipulasi Demokrasi
JAKARTA, Investortrust.id - Direktur Pusat Studi Media dan Demokrasi Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES), Wijayanto mengungkapkan, selama ini ada praktik atau upaya untuk melakukan manipulasi demokrasi di Indonesia.
Menurut Wijayanto, hal itu dilakukan dengan dengan cara menggiring opini publik menggunakan cyber troops, buzzer, dan influencer.
"Tapi, hari ini sepertinya, dan mudah-mudahan optimisme saya ini juga menemukan realitas empirisnya, manipulasi itu terbongkar. Jadi, sepertinya semua sepakat dan melihat kecurangan sedang berlangsung," ujarnya.
Baca Juga
Lebih lanjut, berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh pihaknya dengan berbagai lembaga, salah satunya Universitas Diponegoro, Wijayanto menjelaskan, rezim saat ini melakukan berbagai kebijakan yang sebebarnya ditolak secara luas oleh kalangan kritis, seperti intelektual di kampus.
"Tapi selalu mendapatkan dukungan. Mari kita periksa seperti misalnya KPK, kita melihat ada manipulasi dengan (isu) KPK Taliban, dan masih banyak anggota dewan semuanya setuju pada kebijakan itu, termasuk kemudian omnibus law, lalu kemudian juga new normal, dan IKN," ungkapnya.
Di sisi lain, Wijayanto melihat, cara-cara serupa akan diulangi dengan cara melakukan kecurangan pada Pemilu 2024.
“Hari ini kita melihat bahwa cara-cara serupa itu mau diulangi dengan cara melakukan kecurangan menjelang pemilu. Namun, penolakan terjadi begitu meluas. Kita saksikan ada satu pecahan di antara oligarki, mereka menentang upaya-upaya untuk melakukan kecurangan menjelang pemilu, melakukan manipulasi terhadap konstitusi (MK)," terangnya.

