Hindari Konflik Kepentingan, Aminuddin Ma’ruf Mundur sebagai Stafsus Jokowi
JAKARTA, Investortrust.id - Aminuddin Ma'ruf secara resmi mundur sebagai salah satu staf khusus (stafsus) Presiden Joko Widodo. Pasalnya, ia akan bergabung dalam tim pemenangan salah satu calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres).
"Dalam waktu dekat, saya akan fokus membantu tim pemenangan capres-cawapres. Untuk tidak menimbulkan konflik kepentingan dan mengganggu tugas dan fungsi saya sebagai staf khusus presiden, saya memutuskan mundur," kata Aminuddin dalam keterangannya, Selasa (24/10/2023).
Baca Juga
Secara resmi, Aminuddin telah pamit kepada Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Selasa (24/10/2023), dan suratnya sudah diterima secara langsung. Namun, ia enggan menyebutkan capres-cawapres mana yang akan didukung.
Staf Khusus Milenial
Nama Aminuddin Ma'ruf sempat mencuri perhatian publik ketika diperkenalkan sebagai staf khusus (stafsus) dari kalangan milenial. Memiliki latar belakang sebagai santri dan aktivis kemahasiswaan, Aminuddin ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo untuk mengurusi program strategis yang berkaitan dengan pesantren dan kepemudaan. Pria kelahiran 27 Juli 1987 ini sebelumnya menjabat sebagai ketua umum Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) periode 2014-2017.
Baca Juga
Kaesang: Duet Prabowo - Gibran Akan Menjadi Patron Generasi Muda
Stafsus milenial Presiden Jokowi merupakan anak-anak muda yang berusia 23-36 tahun ketika pertama kali diperkenalkan. Selain Aminuddin, ketujuh stafsus milenial tersebut antara lain Putri Indahsari Tanjung, Ayu Kartika Dewi, Gracia Billy Mambrasar, dan Angkie Yudistia. Sebelumnya juga ada nama Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garda Putra, yang terlebih dahulu mengundurkan diri. (CR-1).

