Aminuddin Ma'ruf, Anak Petani yang Jadi Wamen BUMN
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik 56 wakil menteri dalam Kabinet Merah Putih, pada (wamen) pada Senin, (21/10/2024) . Tiga dari 56 orang yang dilantik oleh Prabowo, akan bertugas mendampingi Erick Thohir sebagai wamen BUMN. Ketiganya adalah Kartika Wirjoatmodjo, Dony Oskaria dan Aminuddin Ma'ruf.
Dibandingkan dengan Aminuddun, nama Kartika dan Dony sebelumnya telah berkirpah di lingkungan BUMN. Kartika Wirjoatmodjo alias Tiko, menjabat wakil menteri BUMN sejak tahun 2019, sebelumnya juga pernah menduduki kursi Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
Sedangkan Dony, meski dikenal sebagai Direktur Utama Aviasi Pariwisata Indonesia, dia juga pernah menjadi Wakil Direktur Utama Garuda Indonesia 2020-2021.
Lantas, siapa sosok Aminuddin Ma'ruf dan bagaimana profilnya?
Baca Juga
Sertijab Wamendag, Jerry Sambuaga Harap IEU-CEPA Selesai Tahun Ini
Aminuddin Ma'ruf, merupakan pria kelahiran 27 Juli 1986 di Desa Tanahbaru, Pakisjaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Seorang bungsu dari tujuh bersaudara, dia lahir dan tumbuh di lingkungan keluarga petani. Menghabiskan masa kecil di Karawang, Aminuddin lekat dengan kehidupan desa, sawah dan pesantren.
Dia kemudian berkesempatan untuk melanjutkan studi dengan meraih gelar sarjana dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Saat berkuliah di UNJ, dia berkenalan dengan organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Organisasi ini kemudian menjadi wadah bagi Aminuddin untuk mengembangkan jiwa kepemimpinan dan nalar politiknya.
Selama di organisasi PMII, karier Aminuddin terus menanjak seusai menjadi ketua Komisariat PMII UNJ di tahun 2006-2007 dan dipercaya sebagai ketua Cabang PMII Jakarta Timur pada 2008-2010. Puncak kariernya di PMII terjadi saat dia mencalonkan diri sebagai ketua umum dalam kongres XVIII PMII di Jambi tahun 2014. Dia terpilih sebagai ketua umum PMII dan memimpin organisasi tersebut selama 2014-2017.
Sebagai ketua umum PMII, Aminuddin menunjukkan kemampuannya tidak hanya dalam memimpin organisasi, melainkan menjalin komunikasi dengan pemerintah termasuk Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Moh. Syaeful Bahar dalam buku berjudul Merawat Nalar ala Santri, menyebut Aminuddin mempunyai gaya komunikasi yang memikat Jokowi.
Kiprah di Kancah Poltik dan Pemerintahan
Seusai purna dari tugasnya sebagai ketua umum PMII, Aminuddin terjun ke dunia sosial-politik dengan mendirikan gerakan kerelawanan Solidaritas Ulama Muda Indonesia (Samawi). Organisasi memiliki peran membangun gerakan serta menjalin komunikasi yang erat dengan ulama, kiai, santri dan lingkungan pondok pesantren. Program seperti Pesantren Development Project, berkontribusi dalam pembangunan desa dan pemberdayaan pesantren.
Di tahun 2019 Jokowi mengangkat Aminuddin sebagai satu dari tujuh staf khusus (stafsus) Presiden dari kalangan milenial. Aminuddin bersanding dengan sejumlah anak muda beken seperti Belva Syah Devara, Putri Tanjung, Andi Taufan, Ayu Kartika Dewi, Billy Mambrasar dan Angkie Yudistia. Secara khusus Jokowi menugaskan Aminuddin melakukan pemberdayaan terhadap kelompok strategis dari kalangan anak muda dan lingkungan pesantren.
Baca Juga
Aminuddin berperan merajut komunikasi dengan sejumlah kelompok strategis yang bertujuan untuk memperkuat peran pemerintahan. Puncaknya dia berperan sebagai ketua organizing committee (OC) atau penyelenggara dalam gerakan Nusantara Bersatu, yang mempertemukan ratusan ribu elemen relawan pendukung Jokowi. Selain Aminuddin, nama lain yang juga berada di balik layar Nusantara Bersatu adalah Arsad Rasjid yang bertugas sebagai ketua pengarah.
Pada 23 Oktober 2023, Aminuddun mengundurkan diri dari jabatannya sebagai staf khusus Presiden lantaran menghindari adanya konflik kepentingan. Kemudian dia ditunjuk sebagai wakil sekretaris TKN Prabowo-Gibran yang berhasil memenangkan kontestasi pilpres 2024.

