Bos PT Len Industri Beberkan Kekuatan Pertahanan Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin membeberkan sejauh mana kekuatan pertahanan Indonesia. Menurut Bobby, penilaian kekuatan pertahanan sebuah negara memiliki banyak parameter.
"Kalau yang namanya indeks, parameter, dan lain-lain itu banyak. Industri militer atau kekuatan pertahanan suatu bangsa itu tidak ada WHO-nya. Kalau WHO kan jelas ya, semisal kalau pandemi indeksnya apa, kalau endemi indeksnya apa," ungkap Bobby di Media Center Indonesia Maju, Jumat (12/01/2024).
Menurut Bobby, setidaknya terdapat 3 ukuran parameter dalam menilai kekuatan pertahanan sebuah negara.
"Pertama ada GFP atau Global Fire Power. Indonesia nomor 13. Which is relevant dengan wilayah kita. Wilayah kita ini 1,7 juta km persegi daratan, 6 sekian juta jika include dengan lautan," ujarnya.
Baca Juga
Dialog Bersama Kadin, Prabowo Sebut Pengusaha Jadi Pemimpin Indonesia Mendatang
Yang kedua adalah industri pertahanan. Menurutnya, salah satu prestasi Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto adalah berhasil meraih capaian signifikan terhadap ranking industri pertahanan.
"Yang sangat signifikan di bawah binaan Kemenhan saat ini itu lonjakan rangking industri pertahanan kita. Table list biasanya sampai 150, sebelumnya Indonesia tidak terlihat," katanya.
Bobby menjelaskan, di tahun 2022 industri pertahanan Indonesia naik ke rangking 86. Dan di tahun 2023 berhasil naik ke rangking 76.
"Kita harapkan tahun ini kita menjadi di nomor 60 bahkan masuk ke 50-an," terang Bobby.
Baca Juga
Prabowo Subianto Yakin Food Estate Jadi Satu-satunya Jalan Ketahanan Pangan RI
Dan parameter terakhir adalah penelitian dari Janes-Defence. Ini merupakan kombinasi dari capaian Indonesia pada industri pertahanan serta Global Fire Power (GFP).
"Kalau nomor 13 dan 76 ini kita mixed dan kita combine angka-angka ini, coba dilihat di riset namanya Janes, Indonesia itu nomor 32. Itu termasuk negara yang secara kemampuan pertahanan baik secara fire power maupun industrinya itu cukup kuat di dunia," pungkas Bos Len Industri tersebut.

