Manajemen Prakerja Klaim Bantu 11,1 Juta Angkatan Kerja
JAKARTA, investortrust.id - Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) mengkonfirmasi sebanyak 11,1 juta orang angkatan kerja telah terverfikasi (know your customer). Angka ini diklaim menjadi contoh nyata dari dampak positif program pemerintah terhadap perekonomian digital.
Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian, Mohammad Rudy Salahuddin menjabarkan, penggunaan e-wallet selama 2020-2023 mencapai 5 juta penerima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 4,6 juta menjadi penerima pertama kali memiliki e-wallet. Sedangkan 500 ribu penerima lainnya memiliki rekening bank untuk pertama kalinya.
Ia menambahkan, riset yang dilakukan oleh World Bank dan TNP2K (2022) menunjukkan, hampir 90% penerima manfaat menganggap bahwa Kartu Prakerja telah menyediakan cukup pilihan Penyedia Jasa Pembayaran (PJP). Sebanyak 96,4% penerima merasa puas terhadap mekanisme pembayaran insentif yang cepat.
"Pencapaian ini sangat penting, terutama dalam mendorong inklusi keuangan dari peserta di pulau-pulau terluar Indonesia," ucap Mohammad Rudy Salahuddin dalam Seremonial Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara OJK dengan Manajemen Kartu Prakerja di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Jumat (02/02/2024).
Sementara itu, Direktur Eksekutif MPPKP Denni Puspa Purbasari mengungkapkan keberhasilan Prakerja berhasil mendorong inklusi keuangan, dibuktikan dengan 11.169.587 orang angkatan kerja yang ter-KYC.
BACA JUGA
Gandeng Prakerja, OJK Sasar Peningkatan Inklusi Keuangan 17,5 Juta Angkatan Kerja
"Keberhasilan ini dapat dicapai karena Prakerja memaksa ekosistem kami digital. Ditambah lagi dengan contact center yang handal, sehingga mereka yang belum paham bisa menjelaskan kepada peserta. Jadi Prakerja bisa diakses oleh siapapun termasuk penyandang disabilitas", ujar Denni.
Dalam keterangan resminya, Denni juga menyebutkan Prakerja tidak hanya inklusif tetapi juga menekankan pada keamanan dalam penyaluran insentif. E-KYC Prakerja, yang terintegrasi dengan 6 Mitra Pembayaran Prakerja termasuk 2 bank konvensional dan 4 e-wallet, telah memastikan penyaluran dana yang aman serta mendorong peserta untuk memverifikasi rekeningnya saat berpartisipasi pada program Prakerja.
Lebih lanjut, Manajemen Prakerja mengklaim inisiatif tersebut menjadi katalisator dalam penerapan konsep G2P 4.0, yang menggabungkan inklusivitas keuangan dengan teknologi digital.
Jumat (02/02/2024) pagi tadi, Manajemen Prakerja telah secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan OJK untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia. Prakerja dipilih sebagai mitra strategis OJK berkat dampak signifikan yang dihasilkan oleh program dalam menjangkau dan memberdayakan masyarakat Indonesia melalui pengembangan keterampilan.
Diharapkan kerja sama dengan Prakerja dapat membantu OJK dalam mencapai target angka literasi keuangan yang telah ditetapkan, yakni sebesar 93% pada tahun 2027.
Baca Juga
Kartu Prakerja Jalan Terus di Tahun Politik, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Rp 4,8 Triliun

