Pemerintah Lirik Kerja Sama Prakerja dengan Australia
JAKARTA, investortrust.id - Menko Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan Australia dalam program Kartu Prakerja. Diungkap Airlangga, peluang kerja sama tersebut diperoleh saat bertemu dengan Minister of Science and Industry Australia Ed Husic di sela agenda KTT Khusus ASEAN-Australia pekan lalu.
"Salah satu yang Australia kuat adalah (Externally delivered) vocational education and trainingatau EVET. Jadi EVET ini juga akan didorong kerja sama dengan Indonesia bahkan kami sedang melihat menjajaki kemungkinan diadakan kerja sama antara kartu Prakerja dengan EVET," ucap Airlangga di Kantor Kemenko Perekonomian RI, Jakarta, belum lama ini.
Lebih jauh menurut Airlangga, peluang kerja sama yang tengah dijajaki adalah, ke depan penerima manfaat Kartu Prakerja dapat menikmati pembelajaran yang diberikan oleh pengajar dari Australia.
Baca Juga
Kartu Prakerja Jalan Terus di Tahun Politik, Menko Airlangga: Pemerintah Siapkan Rp 4,8 Triliun
"Sehingga mereka bisa melakukan pelatihan hulunya di Australia, tapi bisa diakses oleh para pemuda yang akan belajar dari Indonesia secara online. Jadi ini sedang kami jajaki," terang Airlangga.
Sebelumnya, pemerintah telah membuka kembali program Prakerja pada 23 Februari 2024 lalu. Pemerintah menetapkan kuota sebanyak 1.148.000 penerima manfaat untuk tahun 2024.
“Dengan target peserta sebesar 1,148 juta. Kuota ini akan dieksekusi secara bertahap oleh Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP),” ujar Airlangga saat dijumpai di kantornya, Jakarta, Jumat (23/2/2024).
Baca Juga
Menko Airlangga Targetkan Pengguna Kartu Prakerja Capai 19 Juta di 2024

