Gandeng Prakerja, OJK Sasar Peningkatan Inklusi Keuangan 17,5 Juta Angkatan Kerja
JAKARTA, Investortrust.id - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjalin kerja sama dengan Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja (MPPKP) dalam mendorong literasi keuangan. Pendandatanganan Kerja Sama (PKS) antar kedua lembaga dilangsungkan di Gedung Ali Wardhana Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/2/2024).
Berdasarkan keteterangan yang diterima, kerja sama ini akan menyasar lebih dari 17,5 juta penerima manfaat Kartu Prakerja itu sendiri. Hadir dalam penandatanganan kerja sama tersebut antara lain adalah Deputi IV Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan UMKM Kemenko Perekonomian RI Mohammad Rudy Salahuddin, Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi serta Direktur Eksekutif MPPKP Denni Puspa Purbasari.
Mewakili Ketua Komite Cipta Kerja, Mohammad Rudy Salahuddin mengungkap kerja sama tersebut merupakan turunan dari MoU yang telah ditandatangin sebelumnya oleh Menko Perekonomian RI dengan Ketua Dewan Komisioner OJK.
"Apa relevansi Prakerja dengan inklusi keuangan dan literasi keuangan? Prakerja adalah program peningkatan keterampilan berskala besar. Setiap peserta setelah menyelesaikan pelatihan mendapatkan insentif yang ditransfer ke rekening masing-masing mereka," ungkapnya.
Dalam pidatonya, Rudy menyebut selama tahun tahun 2020-2023 Prakerja telah mendorong lebih dari 5 juta orang penerima manfaat untuk membuat rekening bank atau akun e-wallet untuk pertama kalinya.
"Indeks inklusi keuangan Indonesia pada tahun 2022 mencapai 85,1%. Meningkat menjadi 88,7% di tahun 2023. Peningkatan ini tidak lepas dari kerja sama berbagai stakeholders. Kami menyambut baik kerjasama antara OJK dengan MPPKP dalam mendorong literasi keuangan dan inklusi keuangan," sebut Rudy.
Sementara itu, apresiasi serupa juga datang dari OJK. Dalam kesempatannya, Friderica Widyasari Dewi yang juga menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen menilai Prakerja cukup in line dengan program OJK itu sendiri.
"Kami melihat Prakerja sangat in line dengan program OJK. Karena kami memberikan edukasi keuangan kepada masyarakat, apapun pekerjaan yang dipilih oleh para peserta Prakerja, tentu dia harus punya kemamppuan untuk mengelola keuangan," sebutnya.
Ia juga menjelaskan saat ini Indonesia tengah dihadapi dengan permasalahan pengelolaan keuangan dari setiap orang, khususnya yang terjadi pada angkatan kerja atau angkatan produktif.
"Kalau kita lihat yang sudah lulus saja 17,5 juta orang, sedangkan saat ini pesertanya juga luar biasa angkanya. Kami menyambut baik karena OJK punya program yang memang fokus untuk memberikan literasi dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan akses inklusi keuangan," jelasnya.
Lebih lanjut, Friderica menjelaskan nantinya pengguna Kartu Prakerja akan dapat mengakses learning management system (LMS) yang disediakan oleh OJK terkait dengan edukasi literai dan inklusi keuangan.

