Gempa Bumi Bencana Alam Paling Merugikan, Capai Triliunan Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Pokja SHA Pusat Studi Gempa Nasional Direktorat Bina Teknik Permukiman dan Perumahan Asrurifak memaparkan, gempa bumi menjadi bencana alam yang menyebabkan kerugian paling banyak di Indonesia. Bukan hanya secara korban jiwa, tapi juga dampak ekonomi yang ditimbulkan dengan kerugian triliunan rupiah.
Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang 2022, terjadi total 3.544 bencana alam di Indonesia. Dari jumlah tersebut, gempa bumi sebetulnya hanya terjadi 28 kali.
Berdasarkan jenisnya, bencana alam yang paling banyak terjadi di sepanjang 2022 adalah banjir dengan total 1.531 kasus. Kemudian, cuaca ekstrem sebanyak 1.068 kasus, tanah longsor 634 kasus, serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 252 kasus.
Baca Juga
BNPB Catat 4.940 Bencana Alam Terjadi di Indonesia Sepanjang 2023
“Kejadian bencana secara keseluruhan, gempa bumi jumlahnya relatif kecil. Gempa bumi hanya terjadi 28 kali dari 3.544 bencana alam yang terjadi di 2022. Namun, dampaknya luar biasa,” kata Asrurifak dalam acara NGOPI BINTEK Peta Deagregasi Bahaya Gempa Indonesia, Jakarta, Rabu (07/02/2024).
Kerugian Fisik Rp 466,69 T
Disampaikan oleh Asrurifak, kerugian fisik yang terjadi akibat gempa bumi mencapai Rp 466,69 triliun. Hal ini karena menyebabkan berbagai infrastruktur hancur, seperti rumah, gedung, hingga jembatan.
"Kerugian fisik tersebut adalah yang terbesar di antara bencana alam lainnya. Sebagai pembanding, banjir menempati posisi kedua sebagai bencana alam yang paling merugikan secara fisik, karena menyebabkan kehilangan Rp 176,33 triliun. Sedangkan tanah longsor di posisi ketiga sebnilai Rp 78,28 triliun," urainya.
Sementara dari sisi potensi ekonomi yang hilang akibat bencana alam, gempa bumi diperkirakan akan menyebabkan economy loss Rp 182,18 triliun. Angka tersebut menempati posisi kedua setelah bencana alam kekeringan, yang berpotensi menyebabkan kehilangan ekonomi Rp 192,74 triliun.
“Secara jiwa, cukup besar (kehilangan) akibat gempa bumi. Selain itu, kerugian fisiknya secara materinya triliunan, kemudian economy loss-nya juga besar. Inilah yang menjadi concern kita bagaimana supaya kejadian yang selalu berulang ini kita bisa mengantisipasinya,” tutur Asrurifak.
Asrurifak mengingatkan bahwa Indonesia memiliki potensi gempa yang sangat tinggi, dan bencana ini selalu datang berulang. Maka itu, pemerintah harus mengantisipasi hal ini, dengan membangun infrastruktur yang tahan gempa agar tidak menyebabkan kerugian besar jika gempa bumi datang lagi.
“Artinya ini harus kita pahami, jangan sampai lengah. Seringkali masyarakat Indonesia lupa kalau ada kejadian gempa, lalu membangun kembali, tapi lupa kalau membangun itu harus direncanakan dengan baik,” tandasnya.

