Motivator Hidup Sehat Ini Ungkap Competency Gap Jadi Faktor yang Berpotensi Merugikan Pasien
MEDAN, investortrust.id - Motivator hidup sehat dr Handrawan Nadesul menyatakan bahwa adanya competency gap atau jauhnya pengetahuan medis antara pasien dengan dokter menjadi salah satu faktor yang berpotensi merugikan pihak pasien sebagai konsumen layanan kesehatan.
Hal itu diungkapkan Handrawan dalam diskusi Investortrust Power Talk yang digelar secara hybrid, bertema “Menyiasati Overtreatment pada Layanan Kesehatan” yang digelar di Hotel Aryaduta Medan, Sumatera Utara, Kamis (22/8/2024).
"Jadi memang ada kecenderungan pasien dalam kondisi tidak tahu, kenapa? Competency gap. Jadi, kompetensi dokter dengan pasien jauh, pengetahuan medis antara pasien dengan dokter jauh. Jadi artinya, dokter itu punya otoritas yang katakanlah tidak berhingga," ujar Handrawan.
Hendrawan menjelaskan, dengan otoritas yang nyaris tidak terbatas ini, terlebih tidak diimbangi dengan mengedepankan akhlak yang baik, tak taat hukum dan mengabaikan etika, maka andai kata dokter menulis resep yang berlebihan, menurutnya itu bukan resep yang rasional.
"Jadi saya berpikir dari dulu sampai sekarang, mengapa terjadi fraud pasien, dokter, rumah sakit, asuransi, ini karena ketidaktahuan pasien itu tidak ditambah," ungkap Handrawan.
Baca Juga
Perlu Diwaspadai, Sejumlah Praktik “Nakal” Overtreatment Kesehatan ini Sering Terjadi di Lapangan
Sehubungan dengan hal tersebut, Handrawan menyebut, edukasi kepada masyarakat menjadi hal yang penting untuk dilakukan.
"Jadi sekali lagi kuncinya kita ketemu disini itu bagaimana supaya masyarakat di edukasi. Dikasih tahu, kalau saya sakit ini, kira-kira resepnya seperti apa, tapi kan pengetahuan itu kan tidak bisa dipelajari," kata Handrawan.

