TKN Sebut Film Dirty Vote untuk Jegal Prabowo-Gibran
JAKARTA, investortrust.id - Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran menyatakan, film Dirty Vote dirilis pada masa tenang Pemilu 2024 untuk menjegal capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Hal ini lantaran pihak tertentu sudah tidak mampu bertarung secara elektoral dengan cara-cara yang adil.
"Jadi saya pikir memang film ini didesain untuk diluncurkan di masa tenang ini ya karena cara-cara yang fair untuk bertarung secara elektoral sudah tidak mampu lagi mereka lakukan," kata Wakil Ketua TKN Prabowo-Gibran, Habiburokhman dalam konferensi pers yang disiarkan kanal Youtube Prabowo Gibran, Minggu (11/2/2024).
Menurutnya, pertarungan di pemilu seharusnya dilakukan dengan koridor elektoral. Dikatakan, jika memang tidak suka dengan salah satu pasangan calon (paslon) dapat memilih paslon lainnya.
Baca Juga
TKN Prabowo-Gibran Sebut Film Dirty Vote Fitnah, Asumtif, dan Tidak Ilmiah
Namun, katanya, terdapat pihak-pihak tertentu yang merasa tidak sanggup melawan Prabowo-Gibran secara elektoral. Apalagi, elektabilitas Prabowo-Gibran saat ini sudah menembus angka 50% lebih atau lebih dari batas psikologis menang dalam satu putaran di Pilpres 2024.
"Maka dilakukan degnan cara-cara ini. Saya yakin ini pasti tidak laku di hati rakyat. Rakyat sudah tahu apa yang harus mereka lakukan tanggal 14 Februari mendatang," katanya.
Baca Juga
Habiburokhman menyatakan, film Dirty Vote bernada fitnah dengan narasi kebencian yang asumtif dan tidak ilmiah.
"Di negara demokrasi semua orang memang bebas menyampaikan pendapat. Namun, perlu kami sampaikan sebagian besar yang disampaikan dalam film tersebut adalah sesuatu yang bernada fitnah, narasi kebencian yang sangat asumtif dan sangat tidak ilmiah," katanya.

