Masuk Musim Hujan, BMKG Sebut El Nino di Indonesia Belum Usai
JAKARTA, Investortrust.id - Meski sebagian wilayah sudah transisi ke musim hujan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebut fenomena el Nino di Indonesia belum usai. Keterangan tersebut disampaikan oleh Plt. Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sophalewukan kepada Investortrust.id di Hotel Century, Jakarta, Rabu (15/11/2023).
Menurut Ardhasena, musim hujan dan fenomena el Nino merupakan dua hal berbeda yang tidak saling berkaitan satu sama lain.
"Fenomena el Nino masih berjalan sampai Maret 2024. Tapi dampaknya di Indonesia itu berkurang. Karena musim hujan kita mulai masuk," ujar Ardhasena.
Baca Juga
Musim Hujan Tiba, Warga Diimbau Menabung Air dengan Sumur Resapan
Ia juga tetap mengimbau masyarakat untuk menyesuaikan diri dengan cuaca dan kondisi masing-masing wilayah.
"Masyarakat harus tetap efisien dalam menggunakan air," ucap Ardhasena.
Lebih lanjut ungkap Ardhasena, di Indonesia musim hujan tidak pernah serentak dan selalu gradual. Ia menambahkan, musim hujan di Indonesia selalu datang dari wilayah barat.
"Jadi hujan itu masuk dari barat. Dari Sumatera kemudian ke Jawa, Bali, Nusa Tenggara dan seterusnya. Tidak pernah bersamaan karena kita negara besar," ungkap Ardhasena.
Namun BMKG memprediksi puncak musim hujan merata di wilayah Indonesia akan terjadi medio Januari-Februari 2024.
Baca Juga
Hadapi El Nino, Sri Mulyani Beri PR ke Risma Salurkan BLT Rp 7,52 Triliun
Yang menarik menurut Ardhasena, jika musim hujan masuk ke Indonesia masuk dari wilayah barat, justru musim kemarau masuk dari arah sebaliknya.
"Jadi musim hujannya masuk dari barat, musim kemaraunya masuk dari timur. Di timur, musim hujannya belakangan, musim kemaraunya duluan,"
Hal tersebut menurut Ardhasena yang membuat wilayah timur Indonesia seperti Nusa Tenggara mengalami musim hujan yang relatif pendek. (CR-1)

