Target Bauran EBT 2023 dan 2025 Sulit Tercapai, Ini Penyebabnya
JAKARTA, Investortrust.id - Dewan Energi Nasional (DEN) menegaskan target bauran energi baru terbarukan (EBT) tahun 2023 sulit tercapai di angka 17,87%. Pertumbuhan ekonomi yang tak sesuai ekspektasi menjadi penyebabnya.
Kepala Biro Fasilitas Kebijakan Energi dan Persidangan DEN, Yunus Saefulhak mengatakan realisasi bauran EBT di akhir 2023 baru 12,54%.
"Target tidak tercapai karena Kebijakan Energi Nasional (KEN) diatur dengan estimasi pertumbuhan ekonomi 7-8%. Tapi realisasi dan kenyataannya tidak sampai, bahkan hanya 5 koma sekian persen saja," ucapnya dalam diskusi 'Indonesia Energy Transition Outlook 2024: Outlook Kebijakan Energi saat Ini terhadap Capaian Transisi Energi Indonesia' yang digelar IESR secara daring, Selasa (12/12/2023).
Baca Juga
Yunus juga menilai target bauran EBT 23% pada 2025 sulit tercapai. Oleh sebab itu, DEN menilai perlunya pembaruan KEN dalam Peraturan Pemerintah (PP) No 79 Tahun 2014 yang merupakan turunan dari Undang-Undang No 30 Tahun 2007 tentang Energi.
Salah satu pembaruannya yaitu target bauran EBT menjadi 17%-19% pada 2025. Meski turun dari target saat ini, namun penurunan itu diharapkan mampu membuat bauran EBT melonjak hingga 70%-72% pada 2060.
"Inilah urgensinya pembaruan PP No 79 Tahun 2014. Saat ini sudah ada upaya harmonisasi dengan pembentuan panitia berisi unsur dari 7 kementerian. Saat ini sedang harmonisasi legal drafting di Kemenkumham," ujarnya.
Baca Juga
Selain itu, pembaruan PP tersebut nantinya bakal mengoptimalkan penggunaan gas sebagai perantara transisi energi. Lalu penggunaan energi nuklir sebagai penyeimbang dan target dekarbonisasi sebagai bagian dari bauran energi.
"Gas nanti bakal menjadi jembatan sebelum EBT maju. Lalu nuklir akan memainkan peran lebih dalam dekarbonisasi demi menurunkan emisi," tuturnya. CR-14

