Hasto Ungkit soal Kenaikan Tukin Bawaslu, Kenapa?
JAKARTA, investortrust.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto menanggapi aturan kenaikan tunjangan kinerja (tukin) untuk pegawai Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Menurutnya, kenaikan tersebut akan berpotensi menimbulkan ketidaknetralan pada Pemilu. Selain itu, dengan ini juga secara tidak langsung ada semacam upaya membujuk dengan suatu insentif.
“Ada berbagai upaya untuk pasangan 02 Pak Prabowo-Gibran, dengan dukungan kekuasaan, termasuk memberikan suatu insentif-insentif yang sangat kental itu sebagai upaya bujuk membujuk,” ujarnya, di Jakarta, Rabu (14/2/2024).
Baca Juga
Meski begitu, ia percaya jika masyarakat saat ini sudah cerdas dan mengerti akan kebenaran yang terjadi. Oleh karena itu, apapun upaya yang dilakukan, pada akhirnya akan tetap kalah dengan kebenaran yang ada.
“Ada yang bujuk dengan cara kasar yaitu intimidasi, ada bujuk dengan cara halus. Tetapi itu yang terjadi, daj rakyat sudah sangat paham tentang politik kebenaran itu sehingga apa yang dilakukan dengan segala cara justru akan berhadapan dengan kekuatan kebenaran dari rakyat,” kata Hasto.
Baca Juga
Anies Minta Masyarakat Tunggu Pengumuman Resmi KPU, Jangan Tergiring Quick Count
Lebih lanjut, ia akan melaporkan secara periodik kepada Megawati terkait adanya laporan-laporan kecurangan ataupun intimidasi maupun bujukan dan lain-lain.
“Maka ini sebagai suatu indikator bahwa kekuatan perlawanan terhadap intimidasi yang mencoba membungkam dan mengkerdilkan Ganjar-Mahfud itu akan berhadapan dengan kekuatan rakyat,” jelas Hasto.

