Jokowi dan MIKTA Bahas Upaya Perdamaian Palestina hingga Hilirisasi Industri
JAKARTA, investortrust.id – Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima sejumlah delegasi MIKTA Speakers’ Consultation ke-9 di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut antara lain membahas mengenai upaya MIKTA menjadi jembatan untuk bisa menghentikan kekerasan yang terjadi di Gaza, Palestina, dan hilirisasi industri.
“Salah satu yang pada saat ini menjadi agenda utama kita adalah bagaimana bisa melakukan reform dari berbagai organisasi multilateral, untuk bisa meningkatkan efektivitas dalam hal menjaga perdamaian dunia,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury dalam keterangan usai pertemuan, Jakarta, Selasa (21/11/2023).
Baca Juga
Bahas Konflik Palestina-Israel, Utusan OKI Bertemu Menlu China
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga menekankan mengenai upaya setiap pihak untuk dapat memastikan masyarakat di Gaza dapat menerima bantuan yang sesuai. Bantuan yang cukup harus bisa masuk ke wilayah Gaza, sampai ke masyarakat di sana.
“Kemudian, upaya menghentikan peperangan di sana, atau biasa yang dikenal sebagai ceasefire,” sambungnya.
Hak Negara Merdeka
Hal selanjutnya yang dibahas dalam pertemuan adalah bagaimana MIKTA dapat memulai sebuah proses politik untuk bisa menghasilkan solusi jangka panjang. Solusi ini adalah Palestina dapat memperoleh hak sebagai negara merdeka.
Di samping itu, lanjut Pahala, pertemuan tersebut juga membahas mengenai kerja sama ekonomi. Pahala menuturkan, sebagai organisasi yang terdiri dari berbagai negara kekuatan menengah, MIKTA dinilai telah memiliki kekuatan ekonomi yang cukup besar.
Baca Juga
Ekonomi RI Bagus, Presiden Tawarkan Investasi Prioritas Hilirisasi dan Transisi Energi
“Dibahas bagaimana kita bisa membangun kerja sama yang lebih baik lagi, khususnya yang lebih inklusif, sambil kita melihat bagaimana keberpihakan kepada negara-negara global south untuk bisa membangun industri. Dalam hal ini, membangun hilirisasi dari kekuatan-kekuatan ekonomi yang dimiliki,” katanya.
Tangani Perubahan Iklim
Mengenai perubahan iklim, Kepala Negara RI mendorong upaya konkret MIKTA untuk mendorong adanya transisi energi yang lebih adil, yang dapat membantu negara-negara global south untuk dapat mengembangkan energi baru terbarukan.
“MIKTA bisa mendorong adanya climate action yang konkret, untuk bisa mendorong adanya transisi energi yang lebih adil. Dengan demikian, betul-betul akan membantu negara-negara global south untuk bisa mengembangkan energi yang baru dan juga terbarukan, sebagai salah satu jawaban terhadap tantangan perubahan iklim yang ada,” ujar Pahala.
Sementara itu, dalam keterangan terpisah, Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan bahwa pertemuan MIKTA Speakers’ Consultation ke-9 yang dibuka pada Senin (20/11/2023) membahas mengenai dukungan parlemen terhadap kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah masing-masing negara MIKTA. Puan juga menyampaikan bahwa dalam pertemuan dengan MIKTA, Presiden Jokowi menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap perdamaian di Palestina.
“Apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah, akan kita laksanakan juga melalui parlemen yang ada di MIKTA. Dengan adanya MIKTA ini, tentu saja kita bisa bersuara di dunia internasional,” tuturnya.

